Formula X [Memory 17]

Formula x 5Judul: Formula X [Memory 17]

Main Cast:

Jung Yonghwa CNBLUE sebagai Jung Yonghwa

Seo Joohyun SNSD sebagai Seo Joohyun

Other Cast:

Lee Jonghyun CNBLUE sebagai Lee Jonghyun

Cho Kyuhyun Super Junior sebagai Cho Kyuhyun (Marcus Cho)

Choi Seunghyun Big Bang sebagai Choi Seunghyun (T.O.P)

Lee Jungshin CNBLUE sebagai Lee Jungshin

Kwon Yuri SNSD sebagai Kwon Yuri

Rating: PG-17

Lenght: Chaptered

Genre: Romance, Action, AU

Teaser – Prolog – Memory 1 – Memory 2 – Memory 3 – Memory 4 – Memory 5 – Memory 6 – Memory 7 – Memory 8 – Memory 9 – Memory 10 – Memory 11 – Memory 12 – Memory 13 – Memory 14 – Memory 15 – Memory 16

Sinsa-dong, Gangnam-gu, Seoul

Pukul 13.00 KST

Lima hari. Aku hanya memberikanmu waktu lima hari, Marcus. Jika lebih dari itu, kau bahkan tidak akan sanggup membayangkan apa yang akan terjadi pada ibu dan adik perempuanmu

Kyuhyun terduduk lemas. Ponsel yang tadi ia genggam kini jatuh dan menghantam lantai dengan suara gemeretak kuat. Sebaris kalimat pendek tadi bagai vonis mati menakutkan yang berhasil membuat jantungnya mendadak berhenti bekerja. Semua sudah hampir berakhir. Kyuhyun paham betul, musibah apa yang akan menimpanya jika ia gagal dalam misi ini.

Seunghyun yang sejak tadi memperhatikan di sudut ruangan, menghampirinya. Suara ketukan sol sepatunya membuat amarah sekaligus ketakutan Kyuhyun kiat memekat.

“Kau sudah menerima hadiah itu?” suara serak khasnya menggema di seluruh ruangan, diselingi kekehan kecil memuakkan. “Ayah dan adik lelakiku juga. Mereka sudah ditawan sejak kemarin” lanjutnya enteng seolah apa yang baru saja ia katakan bukanlah masalah besar yang perlu diambil pusing.

Kyuhyun melirik tajam Seunghyun yang sudah berdiri menjulang di depannya. Tangannya terkepal dan siap menghantam Seunghyun jika pria itu kembali mengeluarkan kalimat-kalimat memuakkan lainnya. Jika pria itu berulah sedikit saja sekarang, maka Kyuhyun bersumpah akan memisahkan tiap-tiap tulang yang melekat dari tubuhnya.

“Sungguh luar biasa penghargaan yang mereka berikan setelah apa yang telah kita lakukan untuk negara”. Seunghyun melirik Kyuhyun dan tertawa rendah melihat ekspresi mengerikan pria itu. Ia kemudian menghisap rokoknya yang tinggal separuh tanpa mempedulikan urat-urat yang telah terbentuk di otot-otot tangan Kyuhyun yang besar.

Perlu seluruh kekuatan penuh bagi Kyuhyun menahan dirinya untuk tidak menghajar Seunghyun saat itu juga. Namun pria itu jutru melemparkan sebungkus rokok ke pangkuan Kyuhyun sambil berkata, “Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?”.

Kyuhyun menggeram. Ia mengambil sebatang rokok dan menyulutnya dalam diam. Dihisapnya rokok itu kuat-kuat sambil sesekali melirik Seunghyun yang masih memperhatikannya.

Bukannya menjawab, Kyuhyun justru melanjutkan menghisap rokoknya. Kilasan wajah ibu dan adiknya berputar-putar dalam ingatannya. Mereka tidak ada kaitan dalam kasus ini tentu saja. Namun begitulah cara negaranya memperlakukan budak, tentara dan agen-agen rahasia mereka. Mereka dipaksa untuk menjalankan misi dengan baik, tidak peduli misi itu benar atau salah. Mereka diminta membela negara sampai titik darah penghabisan. Dan jika mereka dianggap gagal, maka nyawa keluarga mereka yang menjadi taruhannya.

Kyuhyun tahu betul bahwa itu bukan hanya sebuah gertakan. Ia sendiripun pernah melakukannya, ketika ia masih bertugas di dalam pemerintahan. Menculik dan menyiksa keluarga para tentara dan agen negara dengan alasan memaksimalkan kinerja mereka dalam keadaan di bawah tekanan. Dan kini Kyuhyun baru sadar, betapa brengsek dan tidak manusiawinya ia ketika itu.

Kini hanya ada satu cara untuk bisa menyelamatkan keluarganya. Sambil menghisap kuat batang rokoknya yang hampir habis, ia bangkit dan berdiri dari lantai. Ia mematikan sisa puntung rokok dengan ujung sepatu kulitnya sebelum melangkah maju mendekati Seunghyun. Mata hitamnya berkilat tajam, dan dengan suara serendah bisikan angin ia berkata, “Aku akan menemukannya. Tidak peduli bagaimanapun caranya, aku akan membawa gadis itu dan menukarkannya dengan keselamatan keluargaku”.

-X-

J n J Design Architecture Office, Gangnam-gu, Seoul

Pukul 20.10 KST

Sepuluh menit sudah Seohyun habiskan dengan menunggu seorang diri di halte yang berjarak tidak jauh dari kantornya. Yonghwa yang berjanji menjemputnya sepuluh menit yang lalu belum juga terlihat keberadaannya. Kesal bercampur rasa khawatir terus membayangi selama ia duduk seorang diri di sini. Sudah belasan kali ia mencoba menghubungi ponsel Yonghwa, namun selalu berakhir dengan hasil yang sama. Tidak ada jawaban.

Ini aneh. Tidak biasanya Yonghwa terlambat, apalagi jika harus menjemputnya di malam hari yang –menurut Yonghwa- adalah waktu paling rawan untuk keselamatannya. Lelaki itu tidak pernah melonggarkan penjagaannya terlebih setelah Seohyun mengetahui keterlibatan CIA di dalam kasus ini.

Sudah hampir satu bulan semenjak ia tahu mengenai keberadaan Jungshin, agen CIA. Itu berarti sudah satu bulan pula semenjak Yoona pergi meninggalkan Korea. Selama satu bulan itu, tidak banyak yang terjadi. Ia tidak pernah lagi melihat dan mendengar kabar mengenai Kyuhyun, tidak pernah juga bertemu dengan Jungshin, tidak ada peristiwa kejar-kejaran menggunakan senjata api, dan bahkan tidak ada pula ingatan mengenai Formula AZ887 yang mampir di dalam mimpinya. Hidupnya terasa ringan dan sangat normal, kecuali ia harus mengabaikan fakta bahwa Yoona sudah tidak lagi berada di dekatnya.

Seohyun sendiripun tidak mengerti kenapa dalam satu bulan, semua kejadian-kejadian buruk seolah hilang terhisap ke dalam lubang hitam sekaligus dan tak lagi meninggalkan bekas. Ia senang tentu saja. Ia merasa sangat bersyukur jika memang semua peristiwa ini telah berakhir. Namun di satu sisi, dirinya merasa kekhawatiran yang sungguh besar. Entah kenapa, ia merasa bahwa akan terjadi peristiwa yang jauh lebih besar dan berat yang akan menunggunya di depan sana. Seperti lautan yang tenang sebelum datangnya hantaman badai besar.

Beberapa menit kemudian, sebuah Mersedes hitam berhenti tepat di depan halte. Melihat itu, Seohyun merasa jantungnya mendadak berhenti bekerja. Ia kenal mobil itu. Ia hafal nomor plat polisinya, dua baretan halus sepanjang 8 cm dan 14 cm pada bemper depan, keburaman kaca jendelanya, dan juga kemiringan antera atas mobil sebesar 50 derajat ke arah kanan. Semua masih sama sejak terakhir ia melihat mobil tersebut.

Dan benar saja, tak sampai setengah menit, seorang pria dengan coat hitam panjang keluar dari dalam mobil. Ia berjalan ke arah Seohyun yang masih diam membeku di pojok halte. Pria itu kemudian berhenti tepat satu meter di depan Seohyun.

Dengan gemetar, mulut Seohyun melafalkan namanya tanpa diperintah. “Lee Jungshin”

“Apa kabar Joohyun-sii. Lama tidak bertemu”. Pria itu menyapa sambil tersenyum manis. Suaranya semerdu gesekan daun di musim gugur, namun entah kenapa Seohyun justru merasa seluruh tubuhnya tiba-tiba lumpuh dan mati rasa.

-X-

Hangang River, Hannam Bridge, Seoul

Pukul 20.30 KST

Mersedes hitam milik Jungshin telah berhenti tepat di depan sungai Han. Lelaki itu kemudian mematikan mesin, melepas safety belt, dan membuka kaca jendela untuk membiarkan angin malam sungai Han mampir masuk ke dalam mobilnya. Di sisi lain, Seohyun hanya dapat mematung sambil berusaha bernapas normal di tengah dinginnya angin yang membekukan paru-parunya.

“Mau kopi?” Jungshin memulai pembicaraan dengan kalimat informal. Mencoba sedikit mencairkan ketegangan yang hanya diciptakan oleh Seohyun seorang.

Tak mendapat tanggapan, Jungshin hanya dapat mengangkat bahunya tak acuh dan memberikan Seohyun tambahan waktu untuk menenangkan diri.

“Apa maumu?”. Itu kalimat pertama yang keluar dari mulut Seohyun setelah hampir 15 menit mereka duduk membisu di dalam mobil.

Sebuah kekehan kecil keluar dari mulut Jungshin ketika mendengar pertanyaan Seohyun. “Mengajakmu kencan” godanya.

Seohyun menatap Jungshin tanpa ekspresi. Ia benar-benar tidak berkeinginan untuk mendengar guyonan semacam itu sekarang.

“Ah… Aku tahu, kau sudah punya pacar ya. Aku lupa” Jungshin kembali membuat lelucon yang justru semakin membuat Seohyun kesal. Ia ingin segera mendapatkan penjelasan mengapa lelaki ini tiba-tiba menemuinya.

“Apa ini saatnya kau untuk membunuhku?” Seohyun bertanya tanpa basa-basi, yang membuat ekspresi wajah Jungshin perlahan berubah.

Ada keheningan yang mencekam setelahnya. Jungshin tidak langsung menjawab pertanyaan tanpa basa-basinya. Lelaki itu justru menatap Seohyun dengan kilatan mata yang membuat Seohyun ingin lari sambil menjerit ketakutan. Tubuhnya tanpa sadar mulai gemetar, dan keringat mulai membasahi seluruh kemeja shiffonnya. Seohyun meremas kedua tangannya kuat-kuat untuk menghentikan gemetar di ujung-ujung jarinya. Namun matanya tidak lepas menatap Jungshin. Setakut apapun ia saat ini, ia tidak akan menunjukkannya pada lelaki itu.

Jungshin mendekatkan wajahnya perlahan. Dan tepat di telinga Seohyun, ia berbisik, “Jika aku mau, aku bisa membunuhmu kapan saja, Nona”.

Lelaki itu segera menarik tubuhnya dan terkekeh lebih keras dari sebelumnya. Seohyun dapat merasakan setumpuk air mata sudah tergenang di kelopak matanya dan siap meluncur kapan saja. Ia sangat ketakutan, tentu saja. Rasanya Seohyun tidak akan sanggup untuk terus berada di dekat lelaki ini.

“Tapi tenang saja, aku tidak akan membunuhmu sekarang” Jungshin berkata dengan nada ringan, jauh berbeda dengan kalimat yang baru saja ia ucapkan. “Aku ingin mengajukan kesepakatan denganmu”.

Diam-diam Seohyun menelan ludah. Sambil menatap Jungshin, ia berbisik “Apa yang kau inginkan dariku?”

“Aku ingin kau menyerahkan diri pada CIA”

“Menyerahkan diri?” Seohyun mengulang ucapan Jungshin seolah tidak percaya pada apa yang baru saja lelaki itu ucapkan. “Maksudmu, aku harus menyerahkan nyawaku dengan sukalera kapada CIA?”

“Ya”. Jungshin mengangguk membenarkan. “Demi nyawa orang-orang terdekatmu”

Seohyun sontak membelalakkan matanya. “Apa maksud ucapanmu?” tanyanya dengan napas tertahan.

Jungshin menjawab hanya dengan seulas senyum misterus pada bibirnya, yang dapat Seohyun artikan sebagai pertanda buruk baginya.

“Kau mengancamku” Seohyun tidak bertanya, ia justru berkata untuk memperingatkan dirinya akan rencana terburuk yang akan Jungshin lakukan pada dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

“Tidak jika kau menyetujui kesepakan denganku” jawab Jungshin tanpa ditanya. “Semua orang-orang terdekatmu, kupastikan mereka aman jika kau mau menyetujui kesepakatan ini”

Jika bisa, Seohyun bersumpah ingin mencabik-cabik tubuh lelaki ini tanpa sisa. Namun kenyataannya ia hanya bisa menggerutukkan giginya kuat-kuat untuk menahan amarah dan tetesan air mata yang sudah menumpuk di kelopak matanya.

Jungshin telah mengultimatumnya. Ia dipaksa memilih antara mati atau untuk tidak bahagia sepanjang hidupnya. Ini sama sekali tidak adil, haknya sebagai manusia dirampas tanpa perasaan.

“Kenapa kau lakukan ini padaku?” Seohyun menggumamkan kalimat putus asa, entah ditujukkan untuk Jungshin, Tuhan, atau ayahnya yang telah memberikan ingatan mengerikan itu padanya. Kenapa harus ia? Kenapa harus ia yang menerima semua keadaan ini?

“Kenapa kau lakukan ini padaku??” kali ini Seohyun menunjukkan kalimat itu untuk Jungshin.

“Ada salahku padamu?? Apa yang sudah kuperbuat hingga kau melakukan ini padaku???”. Pertahanannya telah runtuh. Air mata yang sejak tadi ia tahan, mengalir deras di kedua pipinya. Ia mengeluarkan pertanyaan itu berulang kali. Hingga suaranya serak dan hampir habis.

Tidak peduli pada semua rengekan Seohyun, Jungshin justru mencengkram kedua tangan gadis itu untuk menghentikan tangisannya. Dengan suara yang begitu rendah, ia berkata “Kenapa kau begitu egois, Nona Seo Joohyun? Kenapa kau berpikir nyawamu begitu berharga daripada nyawa jutaan orang di bumi yang terancam karena keberadaan formula berbahaya itu di kepalamu?”

Seohyun sendiri hanya dapat terdiam mendengar semua ucapan Jungshin. Ditatapnya kedua mata Junghsin yang berkilat tajam, sambil sesegukan menahan tangis.

Sambil melepaskan cengkramannya dari tangan Seohyun, Jungshin dengan tegas berkata, “Kuberikan waktu 3 hari. Temui aku ditempat ini 3 hari lagi”.

-X-

Kediaman Jung Yonghwa

Pyeongchang-dong, Jongno-gu, Seoul

Pukul 22.30 KST

“Dari mana saja kau?”

Yonghwa telah menyambutnya di ambang pintu begitu ia menginjakkan kaki di dalam rumah. Wajah lelaki itu kusut, campuran antara cemas dan marah. Kemeja putih yang dipakainya sejak tadi pagi sama sekali tidak terlihat rapih, dengan beberapa kancing atas yang terbuka dan dasi yang belum sempat ia lepas dari kerahnya. Tangannya menggenggam ponsel, yang masih menyala dan terhubung dengan seseorang di seberang sana, yang mungkin dimintai tolong untuk mencari keberadaannya. Jelas, Yonghwa baru saja pulang, namun ia belum beristirahat sama sekali.

“Aku mencarimu kemana-mana. Demi Tuhan, Seo Joohyun bisakah kau untuk tidak membuatku cemas seperti ini??”

“Maafkan aku. Aku harus lembur tadi” Seohyun dengan cepat menjelaskan. Ia tidak ingin Yonghwa curiga dan bertanya lebih jauh.

Yonghwa menghampiri Seohyun dan mengangkat dagu gadis itu untuk menatap matanya. “Kau tidak apa-apa?”

“Aku OK” Seohyun dengan cepat menarik tangan Yonghwa. “Aku hanya lelah dan butuh istirahat lebih cepat. Selamat malam”

Ia berjalan cepat ke dalam kamar, meninggalkan Yonghwa yang masih menatap punggungnya dari pintu depan. Entah kenapa, Yonghwa merasa ada yang berbeda dengan sikap Seohyun malam ini.

-X-

Keesokkan harinya

J n J Design Architecture Office, Gangnam-gu, Seoul

Pukul 12.00 KST

Seohyun meneguk sekali lagi kopi yang telah dingin di atas meja kerja. Matanya menatap kosong pada layar komputer sejak empat jam yang lalu. Seharian ini ia tidak dapat fokus, hampir semua pekerjaannya terbengkalai. Ia bahkan mengabaikan makan siangnya, setelah tadi juga melewatkan sarapan pagi di rumah. Hanya segelas cafein yang ia konsumsi sejak kemarin malam, dan anehnya tubuhnya sama sekali tidak protes, seakan sepaham dengan kondisi fisiknya.

Ia terlalu sibuk memikirkan pembicaraannya dengan Jungshin tadi malam. Apakah ini benar-benar pilihan terakhir baginya? Rasanya ia tidak mampu menampung beban ini sendirian. Namun ia juga tidak ingin lagi melibatkan orang lain lebih jauh ke dalam masalah yang menimpanya.

Demi Tuhan, ia masih ingin hidup. Setelah semua usaha yang ia lakukan selama ini, ia masih sangat ingin hidup. Ia ingin menggapai cita-citanya, sebagai seorang arsitek hebat dengan karya-karya yang luar biasa seperti Frank O Gehry. Ia juga ingin memiliki keluarga. Menikah, hidup damai di sebuah rumah sederhana dengan pekarangan yang luas. Memiliki anak, melihat mereka tubuh dewasa, menikah, dan bahagia. Dan ketika tiba masa senjanya, ia akan melihat matahari terbenam di halaman belakang rumah setiap hari. Begitu sederhana. Namun sekarang menjadi hal yang paling tidak masuk akal.

Ia ingin menyalahkan Tuhan, memaki ayahnya atas semua ketidakadilan yang mereka timpakan kepadanya. Namun, semua hanya berakhir menjadi ratusan butir-butir air mata yang kembali ia usap dengan sapu tangan peninggalan ibunya.

Seohyun tidak ingin semua berakhir seperti ini. Ia harus mencari cara untuk dapat terbebas dari semua orang yang menginginkan ingatannya. Haruskah ia melarikan diri? Pergi ke sebuah kota terpencil, mengubah identitas dan hidup di sana seorang diri? Itu terdengar gila, namun ide paling masuk akal yang bisa ia terima.

Namun ia tidak bisa seegois itu. Setelah ia pergi, tanpa ragu Junghsin pasti akan melaksanakan ancamannya. Ia akan menghabisi semua orang-orang terdekatnya, seperti apa yang ia katakan sebelumnya.

Semua ide yang sejak tadi Seohyun pikirkan buyar ketika tiba-tiba seorang rekan kerja menepuk keras pundaknya. Seohyun menoleh dengan kerutan dalam di dahi. Namun amarahnya tiba-tiba lenyap ketika Seungyeon –rekan kerjanya- dengan wajah tegang dan terbata-bata mengatakan sebuah kalimat yang berhasil membuat seluruh tubuhnya lemas dan sulit bernapas.

“Hyun-ah, Yuri mengalami kecelakaan di proyek pembagunan”.

-X-

YBS Building Project Area

Busan

Pukul 16.00 KST

Seohyun berlari dengan kecepatan penuh memasuki sebuah gedung kecil yang dipergunakan sebagai kantor sementara untuk proyek baru gedung YBS di Busan. Tepat setelah mendengar kabar mengenai kecelakaan yang menimpa Yuri, tanpa pikir panjang Seohyun segera melesat pergi ke stasiun untuk mendapatkan kereta tercepat menuju ke Busan. Ia bahkan tak sempat pamit pada atasannya di kantor, bahkan Yonghwapun terabaikan olehnya.

Hanya satu yang ada dipikirannya, keselamatan Yuri.

Tanpa sadar, seluruh saraf-saraf di dalam otaknya sudah meyakini bahwa Jungshinlah dalang dari kecelakaan yang menimpa Yuri. Ketika semua pikiran itu menguasainya, maka saat itu juga seluruh tubuhnya bergetar hebat. Sampai kapanpun ia tidak akan memaafkan dirinya jika sesuatu yang buruk terjadi pada Yuri.

“Oh? Hyunnie? Sedang apa kau di sini?”

Yuri menyapanya dengan kerutan dalam di dahi. Matanya mengerjab cepat seakan takjub akan keberadaan tiba-tiba Seohyun di depan wajahnya.

Seohyun berdiri mematung beberapa saat. Menatap lamat-lamat Yuri yang tengah duduk di atas sofa dengan perban yang terbalut di atas kepalanya. Sedetik setelahnya, ia menghembuskan napas lega. Seluruh rasa sesak yang sejak tadi menghimpitnya seakan hilang tertiup angin. Masih berdiri diambang pintu, ia usap kedua matanya cepat-cepat sambil berucap “Syukurlah… Syukurlah…” karena apa yang ia takutkan tidak menjadi kenyataan.

Yuri yang melihat kondisi kacau Seohyun segera menghampiri gadis itu. Meskipun tidak tahu apa yang terjadi, ia dengan sukarela menarik Seohyun ke dalam pelukannya dan menepuk ringan punggungnya. “Aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja” ucapnya lembut menenangkan.

Seohyun benar-benar bersyukur karena kondisi Yuri jauh dari apa yang ia bayangkan. Memang Yuri mengalami kecelakaan, namun hanya kecelakaan kecil yang mengakibatkan luka di pelipis kirinya. Setelah diselidiki, penyebabnya adalah tali yang mengikat tumpukan papan kayu putus, sehingga menimpa Yuri yang berdiri tidak jauh dari sana.

“Aku terharu kau mengkhawatirkanku seperti itu, Hyunnieee…” ucap Yuri manja, sambil kembali memeluk Seohyun yang mulai merasa dibodohi dengan segala kejadian ini. “Kau seperti Super Hero ku, yang langsung terbang ke arahku begitu mengetahui aku dalam bahaya”

Seohyun memutar kedua bola matanya. Jika saja ia bisa lebih tenang dan berpikiran rasional, maka ia tidak akan menghabiskan waktu 3 jam perjalanan untuk sampai ke Busan hanya untuk sebuah luka kecil di pelipis Yuri.

Setengah jam kemudian, ia pamit dan kembali ke Seoul dengan kereta sore. Sepuluh menit setelah ia meninggalkan stasiun Busan, ponselnya berbunyi. Sebuah panggilan dari nomor tak dikenal.

Dengan ragu, Seohyun menjawab panggilan itu. Terdengar suara rendah yang begitu familiar di ujung telepon. Sepotong kalimat darinya berhasil membuat seluruh tubuh Seohyun bergetar ketakutan dengan air mata yang tiba-tiba mengalir deras.

“Hal yang lebih menakutkan bisa saja terjadi. Ini baru peringatan. Kutunggu kabar baik darimu dua hari lagi, Seo Joohyun-sii”.

-X-

National Intelligence Service Office Center, Naegok-dong, Seocho-gu, Seoul

Pukul 17.00 KST

“Bagaimana, sudah ada perkembangan?”

Jonghyun mengangkat wajahnya dari layar komputer, ketika wajah Yonghwa sudah ada tepat di atas layar komputernya.

“Belum” jawabnya singkat kemudian merebahkan tubuh pada punggung kursi.

Yonghwa ikut duduk di hadapannya dan meletakkan tumpukan besar kertas-kertas file yang sudah ia baca berulang kali.

Keduanya nampak lelah, sambil sama-sama menghela napas berat dan mengusap pelan wajah mereka. Sudah satu bulan ini, Siwon memerintahkan pada mereka untuk menyelidiki keberadaan para agen Korea Utara. Karena semenjak satu bulan ini, keberadaan mereka tidak diketahui. Mereka tidak pernah lagi mencoba mendekati Seohyun, dan itu sedikit menjanggal. Apakah mereka susah menyerah mengenai Formula AZ887 ini? Ataukah mereka sengaja bersembunyi untuk menyusun sebuah rencana yang lebih besar? Mereka sama sekali tidak memiliki petunjuk. Agen-agen itu menghilang tanpa satupun jejak.

Diam-diam Yonghwa menatap Jonghyun yang tengah bersandar sambil menutup matanya. Lelaki itu terlihat sama sekali tidak baik. Selama satu bulan ini, ia seperti tuna wisma yang tak terurus. Ia jarang pulang dan lebih memilih menghabiskan waktu di kantor NIS atau di jalanan. Minum-minum dan pergi ke klub dengan berganti wanita, ia lakukan hampir setiap malam. Ia kembali memerankan perannya sebagai cassanova sejati. Yonghwa seperti melihat kembali Jonghyun di masa satu tahun yang lalu, sebelum lelaki itu bertemu Yoona.

Begitu banyak hal dalam diri Jonghyun yang berubah semenjak lelaki itu bertemu Yoona. Yonghwa yang paling paham itu. Bagaimana kehidupan Jonghyun yang tidak memiliki orang tua, bagaimana ia harus mengurus ribuan pegawaian yang menjadi tanggung jawabnya, dan bagaimana ia melampiaskan kesepiannya dengan bekerja dan bersenang-senang. Semua hal itu perlahan berubah semenjak Yoona memasuki kehidupannya. Namun begitu gadis itu pergi, Jonghyun seperti kehilangan pegangan.

Mungkin melepaskan Yoona merupakan hal paling bodoh yang telah Jonghyun lakukan. Namun semua itu merupakan keputusan Jonghyun, dan ia tidak dapat berbuat apa-apa. Jonghyun yang paling mengerti dirinya, dan ia juga yang paling mengerti bagaimana perasaannya terhadap gadis itu.

“Hari ini aku akan menelusuri daerah Yeoksam” Jonghyun berkata secara tiba-tiba yang membuat Yonghwa terlonjak kaget.

“Ini sudah sore. Kau bisa melanjutkan pencarian besok” ucap Yonghwa sambil memperhatikan Jonghyun yang tengah memberekan beberapa barang-barangnya ke dalam tas.

“Tidak apa-apa. Aku punya banyak waktu luang hari ini. Aku pergi dulu, hyung”. Yonghwa mengangguk sekilas dengan tatapan khawatir yang mengiringi kepergian Jonghyun.

-X-

J n J Design Architecture Office, Gangnam-gu, Seoul

Pukul 21.00 KST

Seohyun tidak pernah tahu apa kesalahan yang ia perbuat di masa lalu hingga ia harus menghadapi segala kekacauan tidak masuk akal yang saat ini selalu membuntutinya. Namun ia juga tidak tahu, jasa sebesar apa yang pernah ia perbuat di masa lalu hingga Tuhan mempertemukannya dengan lelaki ini. Dari puluhan kejadian buruk yang menimpanya, ia bersyukur karena ia memiliki lekaki itu di sisinya. Lelaki yang selalu melindunginya dan selalu ada saat ia membutuhkannya.

Yonghwa bersandar pada sisi mobil. Sebelah tangannya diam di dalam saku, sementara tangan yang lainnya sibuk mengutik ponselnya. Wajahnya tertunduk, fokus pada layar ponsel sementara Seohyun telah berdiri tak lebih dari tiga meter di depannya. Gerakan lincah jarinya terhenti begitu menyadari sosok Seohyun yang beberapa detik lalu telah mamatung di sana.

“Kau sibuk?” tanya Seohyun sambil melangkah maju mendekati Yonghwa yang memang sejak tadi menunggu kedatangannya di halaman parkir gedung JnJ. Wajahnya yang lelah ia paksa untuk tersenyum demi lelaki itu.

“Tidak” balasnya lalu segera menyimpan ponsel di saku celana. “Kau terlihat lelah” ucap Yonghwa setelah menemukan lingkaran hitam berdiameter cukup besar di bawah mata Seohyun.

Seohyun mengusap wajahnya dan tersenyum ringan. “Sedikit” akunya.

“Kalau begitu, ayo kita pulang” ajak Yonghwa.

Tanpa pikir panjang, Seohyun menarik tangan Yonghwa begitu ia hendak membalikkan tubuh.

“Bagaimana kalau kita melihat bunga?” pinta Seohyun.

Yonghwa sontak menatap Seohyun heran. Tidak biasanya gadis itu mengajaknya pergi pada malam hari seperti ini. Terlebih lagi untuk melihat bunga? Namun Yonghwa tidak akan menolaknya, tentu saja. Kesibukan dan rasa waspada akan orang-orang yang selalu mengincar Seohyun, membuat mereka tidak pernah punya waktu untuk sekedar berjalan santai sambil bergandengan tangan di luar rumah. Maka jika kali ini mereka memiliki kesempatan, Yonghwa tidak akan menyia-nyiakannya.

-X-

LED Rose

Dongdaemun Design Plaza

Pukul 22.00 KST

15442764789_889c0d9009_b

“Cantiknya”

Ini sudah ke sembilan kalinya semenjak sepuluh menit mereka tiba, Seohyun menggumamkan kalimat itu. Perasaan lelah dan ketakutan yang sejak tadi menyelimutinya seolah hilang untuk beberapa waktu, digantikan oleh rasa syukur dan bahagia yang ia harap tak akan pernah pergi darinya. Garis lekung di sudut bibirnya kian tertarik seiring semakin pekatnya langit malam kota Seoul. Seohyun merasa bahagia. Hanya dengan melihat ratusan bunga LED ini, perasaannya jauh membaik.

Di sisinya, Yonghwa mengamati perubahan wajah Seohyun dalam diam. Sorot mata lelah gadis itu telah terganti dengan sinar yang menurutnya ribuan kali lebih indah dari bunga LED di hadapan mereka saat ini. Melihat gadis itu kembali tersenyum, rasanya semua beban secara ajaib terangkat tanpa sisa.

“Kau menyukainya?” tanya Yonghwa tanpa melepaskan tatapannya dari wajah Seohyun.

Seohyun mengangguk cepat. “Suka. Sangat” ucapnya.

Yonghwa terkekeh. “Seharusnya kuajak kau ke tempat ini lebih awal”.

“Ya, seharusnya lebih awal” kata Seohyun setuju.

“Kalau begitu, lain kali, aku akan mengajakmu lagi ke sini. Kapanpun kau mau, aku akan membawamu ke sini”. Yonghwa berkata sambil berjalan pelan menuju kursi di pinggir taman.

Mendegar perkataan Yonghwa, Seohyun sontak menghentikan langkahnya. Wajahnya tak lagi membentuk garis senyum yang selalu disukai Yonghwa. Gadis itu justru tertunduk dan berdiri terpaku di sana.

‘Lain kali’. Satu kata itu terasa begitu menyakitkan. Apakah baginya dan Yonghwa, masih ada ‘lain kali’ dalam kebersamaan mereka? Apakah mereka masih memiliki waktu untuk kembali ke tempat ini? Apakah ia masih diizinkan untuk mengharapkan janji dari Yonghwa?

Jika ia setuju dengan penawaran Jungshin, maka tidak akan ada kata ‘lain kali’ untuknya. Karena waktu yang Jungshin berikan padanya terlalu singkat, bahkan hanya untuk mengucapkan sebuah janji.

Melihat Seohyun yang berdiri mematung seperti raga kosong, maka Yonghwa menghampiri gadis itu.

“Kau kenapa?” tanyanya lembut.

Seohyun lantas mengangkat wajahnya menatap Yonghwa. Ditatapnya kedua mata teduh yang selalu ia sukai itu dalam-dalam. Dan tanpa aba-aba, gadis itu mengecup singkat bibirnya.

Yonghwa terpaku, tak dapat bergerak. Seohyun justru tersenyum dan mengalungkan kedua lengannya pada leher Yonghwa. Dengan lembut ia berkata, “Aku mencintaimu. Terimakasih untuk semuanya”.

Dan kalimat itu berhasil membuat kedua sudut bibir Yonghwa terangkat. Ia melingkarkan kedua tangannya pada pinggang ramping Seohyun, “Kau tahu, aku juga mencintaimu” ucapnya.

Kemudian Seohyun membenamkan wajahnya pada dada Yonghwa. Dalam dekapan Yonghwa, ia berkata dengan suara nyaris berbisik, “Jung Yonghwa, ingatlah, sampai kapanpun aku selalu mencintaimu. Apapun yang aku lakukan, itu karena aku mencintaimu. Maafkan aku”.

Dan tanpa ia sadari, air mata telah menetes jatuh dari sudut matanya.

-X-

Hallooooo… Lama tak jumpa….

Maaf ya karena author hampir setahun ga buka-buka blog. Semenjak pindah, bener2 ga ada waktu buat selesai-in ff ini.

Formula X Memory 17 ini ga jadi aku protect sebagai permintaan maaf aku. Aku sebenernya ga yakin nih masih ada ga reader yang nungguin cerita ini. Maaf banget yaaaaaa…..

FF ini juga sebagai hadiah comebacknya abang-abang ganteng kita bersama, CNBLUE!!! Congratulation for 2nd full album…😀

Dan FF ini sengaja saya upload tengah malam, karena demi meramaikan trend ‘cinderella-ish’ di dunia perBOICEan. Hahahaha…

So, hope you like it. Enjoy the story… XoXo

43 thoughts on “Formula X [Memory 17]

  1. Finally……setelah sekian lama aq menanti akhirnya yg aq tunggu datang juga
    Bagaimana kelanjutannya? Apa yg akan dilakukan Seo…..aq sungguh merindukan cerita ini
    Wah….jonghyun merindukan yoona ya
    Mgk next chapter bs kamu buat ttg joghyun….ttg perasaan dia stlh yoona pergi….sptnya dia kuat…tp ternyata dia merindukannya
    Semoga km bs update lbh sering ya
    Happy ending utk semuanya

  2. wh akhrny d update jg stlh sekian lm menunggu smpe jamuran.hehe
    ksian hyunnie hdupx sllu trancam.mmlh mnrm twrn jungshin or menolkx tp ttp d buru kyuhyun?n bgaimna nsib yong jk dy bnr2 trpsh or khilngn hyun?
    next chapx tlong jgn lm2 dong chingu.dh pensrn

  3. Walo gag ada part yoona tp seneng krna sprtinya jonghyun ad perasaan lbh k yoona mudah2an jonghyun bs spti yonghwa yg lbh milih nglindungin seo.. Jdi berharap appun jong lbh milih yoona.
    Daann sprti biasa cerita inni kereenz walo dsini gag ada konflik tp ckp mengundang tanya apa yg bkal seo lakuin?
    Yonghwa bkal tau gag kegelisahan seo??
    Berharap yoona kmbli hadir di part dpn..
    Semangat saengi!!

  4. Akhirnya setelah berbulan2 nunggu di lanjutin juga ff nya sumpah yah hampir tiap hari aku ngecek ff ini kapan ada lanjutan….makasih ya thor udah di lanjutin cerita nya tetep bagus walau agak pendeksih….semoga next partnya cepet

  5. Huuuaaaa….. akhirnyaaaa di post jugaa…..

    ku bahkan sdah berpikir…author gak bakal ngelanjutin lagi ff ini…. hehehehe

    seneng bisa baca lanjutanx….
    jungshin jahaat banget ngancam seohyun… tp gak bisa kesel ma jungshin…. ckckck

    aawww sweet Yong and Seo nyatakan cintaaaa…. tp bakal sediihh niihh kalo Seo bakal nyerahkan diri ke CIA….

    Authornim. …. pliiiiss jangan làma2 next part nyaaaa…. hehehe

  6. Akuuuuu nunggu FF ini bangeeeet
    Ya ampun sebelas bulan vakum akhirnyaaaa author comeback.

    Ternyata oh ternyata dibalik kejahatan kyuhyun ada penderitaan yg dalam. Dan si jungshin ini yg akhirnya buat kesel hufft.

    Dan moment yongseo akhirnya keluar haha. Masi menanti moment romantis lainnya ini.

    Makasi author masi mau lanjutin ini ff dikira bakal gantung haha
    Semangat buat cerita selanjutnya🙂

  7. waaah akhirnya update part 17😀
    penasaran bgt sama kelanjutan seohyun-yonghwa dan juga yoona-jonghyun
    ceritanya seru bikin penasaran
    ditunggu part selanjutnya hihi🙂

  8. Selalu dinanti authornim, jgn khawatir pasti ada pembaca yg msh bolak-balik ke blog ini (salah satunya aku, Hihihihi)
    Aku harap keputusan yg diambil seohyun nanti akan menghasilkn adegan yg makin seru lagi, hahaha. . dan yoona aku harap akan ada kisahnya di chapter berikutnya ^-^
    Gamsahamnida authornim, meski sdh setahun tp terimakasih utk update ff ini ♡

  9. akhirnyaaaaaaaaa, author upadate jg. makin penasaran sm ceritanya dan gmn nasibnya seohyun??? ditunggu part selanjutnya y author. fighting!!!!

  10. Demi apaa seriusss mbanya comebackkkk,, I love youuuuuuuu :* :*
    Aku bener2 kangen ff ini sumpeh, apalagi yongseonya kangennya cetar.. hahaha

    Duhhh jungshin kok jahat sih, kamu gak bolek gitu dong shin, yongseo kan mau baik2 aja *siapa juga aku marah2 ke jungshin, hahaa

    Moment yongseo emang paling the best buat aku, duh sian yong bakal di tinggal hyun.. semoga part selanjutnya yongseo masih bersamaa, jungshin menyebalkan

    Overall bagus banget mbaaaa
    Semangat nulisnyaaa, jangan lama dong mba updatenyaa..
    Hihihi
    Figthing!!!

  11. Senengnya FF ni dilanjut… Welcome back Thor… ^_^
    Kirain g bkal dilanjutin soalnya dah berkali2 liat kesini blm ada lanjutannya jd kmrn2 dah pasrah.
    Tp kl ni Q sneng bgt 1. CNBLUE Comeback 2. CNBLUE Menang di Acara music 3. FF Formula X jg Comeback…
    Smoga lanjutannya cpet di update ya Thor… Tetap semangat Fighting ^_^

  12. finally update.
    awalnya agak binggung, tapi dinget inget lagi chapter yg sebelumya akhirnya ngerti lagi.
    tetap ditunggu untuk chapter selanjutnya author.
    Keep fighting.
    #씨엔믈루 #CNBLUE_CINDERELLA😀

  13. nyaris 1th cuma beda bbrp hari doang..
    uda putus asa aku tungguin ff ini tau,skg iseng2 ngecek ternyata uda diupdate hoho serasa dapet durian runtuh coyyy!!!

    17 pendek bgt, jadi kpn nih 18’y? kalo bisa s cepet update’y krn uda yerlalu kangen sm kisah’y

  14. Akhirnya muncul jg ni lanjutannya stlah sekian lama author hiatus hampir lumutan nungguinnya kirain ga inget lagi ma ff ini tp syukurlah dilanjutin coz penasaran ma lanjutan ffnya…
    Author…ga ada moment yoona dan ga da moment gimana perasaan jonghyun stlh ditinggal yoona,mdah2an happy ending yah..apalagi yoona dan jonghyun my couple,dan author..agak kependekan part ini yah?lanjut…jangan sampai lama lagi yah…semangat!!!

  15. Akhirnya update jugaa.. nyaris putus asa kirain gak bakal dilanjutin :”D

    Seohyun kasian, bener-bener dibikin stress sama ancamannya Jungshin
    Belum nanti kalau si Kyuhyun mulai ngelanjutin rencananya
    Kira-kira jalan mana yang bakal dipilih Seohyun? Dan gimana aksi si abang Yonghwa? Bikin penasaran
    Jonghyun juga kasian, meskipun gak digambarin secara jelas, tapi kayaknya galau berat habis ditinggal Yoona hmm..
    Semoga ceritanya happu ending😀

    Makasih sudah diupdate author-nim, kelanjutannya ditunggu secepatnya hehe
    Semangaaat!🙂

  16. Huaa akhirnya update, tetep suka sama ceritanya, penasaran sama pilihan apa yg diambil seohyun, ditunggu update-an selanjutnya thor, fighting (:

  17. Akhrnya keluar jga part 17 nya… Suka bgt baca dari awal udh suka bgt… Tapi part 17 moment jong hyun sma yoona nya ga ada ya…. Lnjut part 18 ya sist 😊😊😊

  18. masih dooonnnkkk….rajin bolak balik ngecek ini blok aku….sempet sedih juh-ga kirain ga bakal dilanjtin lagi ceritany….tengkiu ya buat part 17 nya….ditunggu lanjutan part 18 nya ya…hihihihi

  19. akhirnyaaaaaa…..aku rajin ngecek blok ini lha sist…tengkiu buat part 17 nya ya…ditunggu part 18 nya….suka banget sama ceritanya…lebih penasaran lagi sama hubungan jonghyun yoona…hihihihi

  20. Ya ampyuuuuuun thooor ya masih nungguin laaah,tiap hari buka ini blog kok ga update2 yak..setahun loh thor setaoooon…penantian panjang tp ga masalah soalnya critanya teuteup kece badai.yongseo momentnya kuraaaang…dibanyakin ya thor next chap,dan jgn sad ending,andweeeee!!!!

  21. Akhirnya setelah sekian lama menunggu…
    Cerita nya malahan makin bikin kepo…
    du tunggu banget lho ini thor kelanjutannya..
    Semiga dan semoga cepetan di update…
    Semagat authornim…

  22. Akhirnya
    Ad klnjtnya
    Makin keren aja
    Certanya dan makin menenggangkan
    Ntah apa yg bkal d pilih seohyun
    Sbbrnya berharap bklan ad crta jongyoon
    Tpi ngga papa lh
    Keren
    D tnggu chap slnjtny
    Fighting:)

  23. daebakkk, ceritanya makin keren thor ^^
    ditunggu ya ff lanjutannya
    CNBLUE fighting!!
    SNSD fighting!!
    😍😍😍😍

  24. akhirnya kelanjutannya udah ada.. mba author jangan lama2 posting part 18 nya pasti makin seru ceritanya.. aq akan selalu menunggu part selanjutnya.. fighthing mba

  25. akhirnya kelanjutannya udah ada.. mba author jangan lama2 posting part 18 nya pasti makin seru ceritanya.. aq akan selalu menunggu part selanjutnya.. fighthing mba..

  26. part 18 jangan di protect dong min soal. a ceritanya makin seru pasti.. yang semangat mba author buat part selanjutnya

  27. cerita’a makin seru aja, jd penasaran seperti apa kelanjutannya.. maaf thor baru bisa coment, aq reader baru.. salam kenal aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s