Formula X [Memory 11]

formulax copy

Judul: Formula X [Memory 11]

Main Cast:

Jung Yonghwa CNBlue sebagai Jung Yonghwa

Seo Joohyun SNSD sebagai Seo Joohyun

Other Cast:

Lee Jonghyun CNBlue sebagai Lee Jonghyun

Im Yoona SNSD sebagai Im Yoona

Cho Kyuhyun Super Junior sebagai Cho Kyuhyun

Kwon Yuri SNSD sebagai Kwon Yuri

Choi Siwon Super Junior sebagai Choi Siwon

Rating: PG-17

Lenght: Chaptered

Genre: Romance, Action, AU

Teaser – Prolog – Memory 1 – Memory 2 – Memory 3 – Memory 4 – Memory 5 – Memory 6 – Memory 7 – Memory 8 – Memory 9 – Memory 10

Tiga hari kemudian

Apartement Seohyun, Apgujeong-dong

Pukul 08.10 KST

Dengan asal Seohyun mengambil sepasang sepatu di dalam rak bertingkat di sudut pintu depan. Ia segera memakai sepatu high heels berwarna merah maroon sambil menggigit sepotong roti di mulutnya. Kemudian dengan tergesa ia melangkahkan kakinya keluar apartement. Hari sudah menunjukkan pukul delapan lebih sepuluh menit di jam tangannya. Itu berarti ia sudah telat masuk kerja sepuluh menit yang lalu dan ia bahkan masih berada di apartement sekarang.

Itu semua terjadi karena hari ini ia bangun lebih siang dari biasanya. Tadi malam ia tidak bisa tidur dikarenakan sakit kepalanya yang kembali kambuh. Untunglah serangan kali ini tidak terlampau parah sehingga ia bisa menanganinya seorang diri. Namun karena kejadian itu, ia tidak bisa tidur sampai sepertiga malam.

Tepat ketika ia keluar apartement, perhatiannya kembali teralih pada tumpukan kardus di depan apartement sebelah. Sepasang suami istri yang merupakan penghuni baru apartement sebelah baru saja pindah hari ini. Tidak mau memberikan kesan buruk, ia kemudian menyempatkan diri untuk menyapa mereka.

Melihat apatement sebelah kembali mengingatkannya dengan si penghuni lama. Sudah tiga hari ini ia benar-benar kehilangan kontak dengannya. Seohyun tidak pernah lagi melihatnya semenjak pertemuan mereka pagi itu. Yonghwa seolah benar-benar menghilang dari dunianya dan hatinya merasa ngilu jika diingatkan dengan kenyataan itu.

Di satu sisi ia merasa tenang, karena setidaknya ia tidak akan merasa dimata-matai lagi. Namun di sisi lain ia seperti merasa kehilangan. Hati kecilnya ingin mencoba percaya pada lelaki itu, namun logikanya masih memegang peran dominan. Apa pun alasannya, selama ini Yonghwa tidak benar-benar tulus padanya. Ada niatan lain di balik sikap baik hatinya selama ini. Dan pemikiran itu yang masih Seohyun pegang sampai saat ini.

-X-

Di dalam sebuah mobil Land Rover warna hitam, Yonghwa menyeput kembali Ice Americano-nya yang kedua sejak pagi ini. Matanya sudah memerah dan mulai membengkak akibat ulahnya mengabaikan jam tidurnya selama tiga hari terakhir.

Semenjak kepindahannya dari apartement, sontak komunikasinya dengan Seohyun benar-benar terputus. Ia sama sekali tidak bisa mengetahui bagaimana keadaan gadis itu secara langsung. Semua kamera pengawas di dalam apartement Seohyun yang menjadi satu-satunya alat yang bisa diandalkan untuk memantau keadaan gadis itu juga telah dilepas. Gadis itu juga telah mengganti kode kunci apartementnya semenjak hari itu.

Yonghwa kini kembali tinggal di rumahnya di daerah Pyeongchang-dong dan telah mengirim seluruh barang-barangnya ke sana. Namun karena jarak rumahnya yang jauh dari sini sehingga tidak memungkinkannya dengan leluasa mengawasi Seohyun, maka ia memutuskan untuk tinggal di dalam mobilnya sejak tiga hari yang lalu.

Ia memarkirkan mobilnya di sisi Utara gedung, dekat dengan area parkir apartement. Selama tiga hari ini, mobilnya telah ia sulap sedemikian rupa menjadi markas rahasia kecil dengan beberapa monitor dan senjata yang sekiranya ia perlukan. Ia juga telah memasang Micro cam di setiap sudut apartement, mulai dari gerbang depan, lift, tangga darurat sampai lorong lantai 6 tempat apartement Seohyun berada. Dengan begitu, ia bisa tahu jika ada orang mencurigakan yang mendekati area ini.

Ia tidak boleh lengah sedikitpun. Ia harus memperketat penjagaannya terlebih setelah kejadian Seohyun mengetahui identitasnya dan Kyuhyun. Saat ini Kyuhyun pastilah tengah merencanakan sesuatu. Dan cepat atau lambat, lelaki itu pasti akan berusaha menemui Seohyun.

Yonghwa kembali menyeruput Americano sambil melirik jam tangannya. Sudah pukul delapan lewat dan gadis itu belum juga terlihat keluar dari apartementnya. Aneh. Ini tidak biasa. Seohyun bukanlah orang yang akan membiarkan dirinya telat bermenit-menit saat hendak pergi ke kantor. Apa terjadi sesuatu dengannya?

Namun kegiatannya menyeruput Americano terhenti begitu melihat sosok gadis itu tertangkap salah satu kamera pengawas yang ia letakkan di depan pintu lift. Yonghwa tersenyum lega sambil memandang monitor kecil di depannya. Kemudian dengan santai ia memasang kaca mata hitam dan bersiap melajukan mobilnya mengikuti gadis itu seperti kegiatannya di tiga hari terakhir ini.

-X-

Kediaman Keluarga Im, Gangnam-gu, Seoul

Pukul 08.30 KST

“Tidak biasanya kau berangkat sesiang ini, Yoonie” sapa ibunya ketika Yoona memasuki ruang makan.

“Aku tidak ada jadwal praktek. Hanya diundang untuk presentasi kasus mahasiswa pagi ini” jelas Yoona sambil menuangkan segelas penuh air putih. Tiba- tiba gerakkannya terhenti begitu teringat sesuatu. Sambil menatap kedua orang tuanya bergantian, ia berkata “Aku tidak tahu apa tujuan kalian. Tapi tolong berhentilah melakukan hal-hal memalukan seperti tempo hari”

Kedua orang tuanya saling bertatapan. Kemudian dengan tenang, sang ibu menjawab “Kami melakukan itu untuk mengetahui seberapa serius hubungan kalian”.

Yoona memutar kedua bola matanya. “Eomma, tahukah kau bagaimana malunya aku pada Jonghyun? Tolong jangan lakukan hal-hal seperti itu lagi”

“Kalau begitu cepatlah menikah”

“Eomma!!” rajuk Yoona kesal.

“Usiamu sudah cukup matang untuk menikah, kau tahu?”

Yoona mengerucutkan bibirnya kemudian meneguk habis segelas air putih. Ia tidak ingin memulai pertengkaran di pagi hari dengan ibunya, itu hanya akan menbuatnya bad mood sepanjang hari.

“Yoona-yah” sang ayah yang sedari tadi tidak bersuara tiba-tiba memanggilnya. “Bagaimana kalau kau meneruskan kuliahmu di Amerika?”

“Appa!!” rajuk Yoona. “Aku baru saja menyelesaikan study S2-ku 3 tahun yang lalu. Rambutku baru saja tumbuh kembali dari kerontokan parah pasca kuliah. Apa kau ingin anakmu ini mengalami botak permanen??”

“Tsk! Kalau kau tidak ingin kuliah ke Amerika, maka segeralah menikah” cibir sang ibu yang mendapatkan tatapan tajam dari Yoona.

Ya ampun, orang tuanya benar-benar kompak dalam hal membuat pusing dirinya. Entah apa tujuan mereka, namun Yoona tidak akan dengan mudah menurutinya. Ia sudah cukup lama menjadi anak berbakti. Sekarang saatnya ia menentukan jalan hidupnya sendiri.

-X-

Amore Cafe, Gangnam-gu, Seoul

Pukul 12.20 KST

“Jelaskan padaku” Yuri berkata sambil menatap mata Seohyun lekat-lekat.

Seohyun mengangkat wajah dari Beef Tenderloin-nya kemudian membalas tatapan Yuri bingung. “Jelaskan apanya?”

“Kenapa kau tiba-tiba makan siang di sini?” tanya Yuri to the point sambil menunjuk Seohyun dengan pisau makannya.

Dengan tenang Seohyun menurunkan tangan Yuri yang menggenggam pisau kemudian berkata, “Bukankah kau bilang ingin ku traktir selain di Bloom & Goute?”

“Oh? Jadi sekarang kau mentraktirku?”

“Hmmm…” Seohyun mengangguk membenarkan sambil kembali menekuni santap siangnya.

“Ya!” teriak Yuri sambil kembali mengangkat pisau makannya. “Kalau tahu akan ditraktir, aku tidak mau makan di sini. Aku akan memilih makan di restaurant hotel bintang lima” protesnya cepat.

Seohyun terkekeh mendengar ucapan Yuri. “Aigoo, kau benar-benar banyak maunya eonni”

Yuri mengerucutkan bibirnya kesal. Pura-pura merajuk, ia memotong steaknya dalam diam.

“Restaurant di hotel bintang lima? Oke, Call!!” ucap Seohyun tiba-tiba yang membuat senyum Yuri kembali mengembang. “Tapi setelah projectku ini rampung seratus persen” tambahnya cepat-cepat.

Yuri mengangguk semangat menyetujui syarat yang diajukan Seohyun. “Woah! Uri Hyunnie Jjang!!” serunya senang.

Seohyun terkekeh melihat kehebohan sunbae-nya itu. Namun tiba-tiba ia teringat akan sesuatu dan mencoba bertanya kepada Yuri. “Eonni, bukankah kau hobi menonton film-film action dan thriller?”

“Hmmm. Kenapa?”

“Biasanya di film-film, jika seseorang memasang kamera pengawas, bukankah ia berniat buruk kepada orang itu? Seperti untuk memata-matai pergerakan korban untuk sebuah tujuan yang tidak baik?”

Yuri menatap Seohyun bingung. “Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal seperti itu?”

“Tidak” jawab Seohyun cepat. “Aku hanya penasaran dengan salah satu film yang ku tonton”

Yuri mengangguk kemudian meneguk segelas air putih sebelum menjawab pertanyaan Seohyun. “Kau pernah menonton film ‘Furgitive Plan B’ yang diperankan Rain?”

Seohyun menggeleng.

“Di film itu, terdapat adegan dimana Jiwoo memasang kamera pengawas di kamar hotel yang di tempati Jini. Ia memasangnya bukan untuk memata-matai pergerakan Jini atau bahkan merencakan sebuah hal yang buruk. Namun ia memasangnya hanya untuk memastikan bahwa Jini berada dalam keadaan aman dalam perlindungannya”

Seohyun terpaku mendengar penjelasan Yuri. “Benarkah?”

Yuri mengangguk. “Bisa saja seperti itu. Walaupun kemungkinan buruk juga ada. Tergantung siapa yang memasang kamera pengawas itu. Apakah ia tokoh protagonis atau antagonis?”

Seohyun menerawang jauh. Semua penjelasan Yuri bergema di dalam otaknya. Apakah selama ini pikirannya terlalu naif? Kenapa ia tidak berpikir sampai sejauh itu? Bahwa bisa saja tujuan orang itu bukan untuk memata-matainya melainkan untuk melidunginya. Namun yang menjadi permasalahan saat ini, ada di sisi manakah orang itu? Protagonis? Ataukah antagonis?

-X-

Di seberang cafe, Yonghwa memarkirkan mobilnya di tepi jalan. Matanya tak lepas memperhatikan Seohyun yang tengah menghabiskan jam makan siangnya bersama Yuri. Yonghwa sedikit lega begitu mengetahui Seohyun sudah tidak lagi menginjakkan kaki di cafe langganannya semenjak tiga hari yang lalu. Dengan begitu, Kyuhyun tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya.

Ponselnya tiba-tiba saja berdering. Yonghwa segera mengangkatnya begitu mengetahui panggilan tersebut dari Jonghyun.

Hyung, di mana posisimu saat ini?

“Di Gangnam, depan Amore Cafe. Kenapa?”

Aku baru saja dari rumahmu dan Ahjuma bilang kau tidak pulang tiga hari ini. Apa yang kau kerjakan? Bukankah kau sudah pindah dari apartement itu?” Jonghyun bertanya dengan nada khawatir.

“Aku masih mengawasi Seo Joohyun. Terlalu berisiko untuk melonggarkan penjagaan padanya saat ini” jelas Yonghwa sambil sesekali memperhatikan keadaan di sekitar cafe. “Kau ada perlu apa menghubungiku?”

Ketua Choi ingin bertemu dengan kita. Dia bilang ada yang harus dibicarakan secepatnya

Yonghwa mengerutkan alisnya. “Apa itu? Apa ada sesuatu yang tidak beres?”

Aku juga tidak tahu. Kau cepatlah datang ke kantor

“Arasho. Kita bertemu di NIS Office 20 menit lagi”

-X-

National Intelligence Service Office Center, Naegok-dong, Seocho-gu, Seoul

Pukul 12.40 KST

“Maaf tiba-tiba meminta kalian datang, tapi ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian” ucap Siwon sambil mendudukkan dirinya di hadapan Yonghwa dan Jonghyun yang baru saja tiba beberapa menit lalu di ruangannya.

“Bagaimana perkembangan misi kalian?” tanya Siwon untuk membuka percakapan mereka.

“Ada sedikit perkembangan. Kami sudah mendapatkan beberapa bahan formula itu dan melaporkannya pada KAERI untuk diteliti lebih lanjut” jelas Yonghwa yang mendapatkan anggukan puas dari Siwon.

“Apa kalian mendapatkan kesulitan saat menjalankan misi ini?” tanya Siwon kembali.

Yonghwa dan Jonghyun saling berpandangan selama beberapa detik, kemudian Yonghwa dengan tegas menjawab “Tidak. Semuanya aman dan terkendali”

Jonghyun melirik Yonghwa dalam diam. Dalam waktu sepersekian detik tadi, hanya dengan melalui isyarat mata, mereka sama-sama memutuskan untuk merahasiakan apa yang sebenarnya terjadi. Mengenai Yoona yang sudah mengetahui identitas mereka dan juga Seohyun yang telah mendengar percakapan Yonghwa dan Kyuhyun. Terlalu berbahaya jika NIS sampai mengetahuinya.

Mungkin tidak bagi Seohyun, karena bagaimanapun NIS membutuhkan ingatannya untuk mencaritahu Formula AZ887, namun bagaimana dengan Yoona? NIS bisa saja berbalik menyerang orang yang berada di pihak mereka jika hal itu dirasa bisa membahayakan  rahasia kepemerintahan. Karena NIS bekerja untuk melindungi pemerintah, bukan negara dan seluruh warganya seperti kepolisian atau tentara militer.

“Lalu apa tujuanmu memanggil kami ke sini?” tanya Yonghwa tidak sabar.

Siwon menatap Yonghwa dan Jonghyun bergantian beberapa saat sebelum membuka suara. “Aku baru saja mendapatkan informasi ini beberapa jam yang lalu”. Siwon menegakkan duduknya kemudian kembali berkata dengan nada yang lebih serius. “Ku harap kalian bisa mengatasi masalah ini dengan baik”

Yonghwa dan Jonghyun hanya dapat mengerutkan dahinya tidak mengerti dan dengan sabar membiarkan Siwon menyelesaikan penjelasannya.

Siwon menghela napas panjang. “Aku sendiri bahkan tidak percaya ini bisa terjadi”. Ia lalu menangkupkan kedua tangannya dan menggigit bibir bawahnya gelisah. “Misi kalian mengenai Formula AZ887 sudah diketahui oleh CIA” jelas Siwon akhirnya yang mendapat tatapan tidak percaya dari Yonghwa dan Jonghyun.

“CIA?? Tapi bagaimana bisa?” tanya Jonghyun shock.

“Tentu saja mereka bisa. Mereka CIA” Yonghwa menjawab dengan tatapan menerawang jauh. Ia sudah tiga tahun bekerja sama dengan CIA di Amerika dan ia tahu persis bagaimana cara kerja mereka.

“Tapi bukankah kasus ini tidak ada hubungannya dengan mereka? Kasus ini hanya antara Korea Utara dan Korea Selatan bukan?” Jonghyun bertanya sambil menatap Yonghwa dan Siwon bergantian, meminta penjelasan.

“Tidak. Tentu saja tidak” Yonghwa menggeleng cepat. “Formula AZ887 itu merupakan senjata atom berdaya ledak besar. Formula itu bisa berbahaya bagi keamanan dunia, termasuk Amerika. Itulah mengapa mereka bisa ikut campur dalam kasus ini”

“Benar” timpal Siwon setuju. “Keamanan dunia. Itulah yang menjadi alasan mereka dapat campur tangan ke dalam masalah ini. Tujuannya tentu saja untuk memusnahkan formula itu”

“Memusnahkan” gumam Yonghwa pelan. Wajahnya tiba-tiba saja pucat membayangkan apa yang akan terjadi nanti. Setetes keringat dingin sukses meluncur dari dahinya. Yonghwa menatap Siwon penuh arti. Ia mengerti betul apa yang ingin dikatakan Siwon. Dan ia sama sekali tidak siap untuk itu.

“Biar ku perjelas” ucap Siwon tanpa melepaskan tatapannya dari Yonghwa. “CIA bertugas memusnahkan Formula AZ887 itu dengan alasan keamanan dunia, bagaimanapun caranya. Satu-satunya yang mengetahui Formula AZ887 adalah Seo Joohyun, maksudku ingatan Seo Joohyun. Dengan kata lain, mereka ingin memusnahkan ingatan Seo Joohyun, apapun caranya”

“Bagaimana caranya memusnahkan ingatan seseorang?” Jonghyun memotong. Ia benar-benar tidak mengerti.

Siwon menatap Jonghyun dengan ekspresi wajah yang sama sekali tidak dapat terbaca, lalu dengan pelan ia berkata. “Tentu saja dengan memusnahkan si pemilik ingatan, dengan kata lain__”

Yonghwa menelan ludah sesaat sebelum Siwon melanjutkan perkataannya.

“__Membunuhnya”

-X-

Amore Cafe, Gangnam-gu, Seoul

Pukul 12.40 KST

“Bisa kita bicara sebentar?”

Seseorang tiba-tiba saja menginterupsi pembicaraan seru antara Seohyun dan Yuri. Seohyun menoleh dan mendapati Kyuhyun tengah berdiri di sampingnya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Seohyun kaget akan kehadiaran tiba-tiba Kyuhyun di sana.

“Aku ingin menjelaskan kepadamu masalah kita tempo hari”

Seohyun melirik Yuri yang tengah menatap mereka tidak mengerti, kemudian dengan cepat ia berkata, “Maaf, tapi aku sedang sibuk”

“Aku tidak apa-apa” potong Yuri cepat. “Kau pergilah. Selesaikan masalah kalian”. Yuri tersenyum penuh arti kepada Seohyun. Sepertinya ia salah mengerti dengan keadaan yang terjadi saat ini.

Seohyun menghela napas frustasi. Ia bisa saja menolak ajakan Kyuhyun, tapi ia takut jika tiba-tiba saja Kyuhyun justru melakukan sesuatu yang berbahaya, terlebih lagi di depan Yuri. Ia tidak ingin Yuri terlibat dalam masalah ini. “Baiklah. Tapi jangan di sini” setuju Seohyun pada akhirnya.

Ia pun lalu pamit kepada Yuri dan pergi dari cafe itu dengan mobil Kyuhyun.

-X-

Yonghwa memarkirkan mobilnya di seberang cafe persis pada posisinya beberapa waktu yang lalu. Tepat setelah pembicaraannya dengan Siwon selesai, ia segera kembali meluncur ke sini untuk memastikan keadaan Seohyun. Sekarang ia bahkan tidak tenang untuk meninggalkan gadis itu walau hanya beberapa menit sekalipun. Terlalu bahaya. Belum selesai permasalahannya dengan Kyuhyun, kini ia harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa CIA juga tengah mengincar gadis itu. Ia bahkan tidak tahu sama sekali berapa jumlah agent CIA dan sudah sejauh mana mereka bergerak.

Ia lalu mengedarkan pandangan ke arah cafe dan mendapati Yuri tengah berjalan keluar dari sana seorang diri. Lantas ia mengerutkan alisnya bingung. Kemana Seohyun pergi? Kenapa ia tidak bersama Yuri?

Tanpa sempat berpikir, ia segera keluar dari mobil dan menghampiri Yuri.

“Di mana Joohyun-sii? Bukankah tadi ia bersamamu?” tanyanya tanpa basa-basi.

Yuri tidak dapat menyembunyikan ketekejutannya akan kehadiran lelaki asing di hadapannya. “Siapa kau? Kenapa kau mencari Seohyun?”

“Katakan padaku di mana Joohyun saat ini?” tanya Yonghwa tidak sabar. Ia bahkan tidak berniat menjawab pertanyaan Yuri barusan.

“Tadi ia pergi bersama seseorang ke arah sana” Yuri menunjuk jalan ke arah Utara. “Tapi aku tidak tahu persis kemana ia pergi”

“Siapa? Dengan siapa ia pergi?” desak Yonghwa panik.

Yuri menatap Yonghwa bingung. Kenapa orang ini sebegitu paniknya mencari Seohyun?

“Siapa?” desak Yonghwa sekali lagi ketika tidak juga ada tanda-tanda Yuri memberikan jawaban padanya.

“Aku tidak ingat namanya. Si pemilik cafe itu. Siapa namanya ya?”

“Cho Kyuhyun” gumam Yonghwa pelan.

“Betul” timpal Yuri cepat. “Cho Kyuhyun! Seohyun pergi dengannya tadi”

Tidak ingin membuang waktu, Yonghwa segera berlari masuk ke dalam mobil dan melajukannya dengan kecepatan penuh. Di sisi lain, Yuri hanya dapat memperhatikan mobil Jeep hitam itu berjalan menjauh dengan penuh tanda tanya.

-X-

Hangang Park, Seongdong-du, Seoul

Pukul 13.00

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Seohyun berdiri menghadap tepi sungai Han. Ia memposisikan dirinya lima meter dari Kyuhyun yang juga tengah berdiri di sampingnya. Insting pertahanan dirinya masih kuat sehingga ia tidak ingin bertindak gegabah untuk berdiri berdekatan dengan Kyuhyun saat ini.

Mereka tengah berada di salah satu taman di tepi sungai Han yang cukup sepi dan jarang dilewati kendaraan ataupun orang yang lalu lalang. Mereka sengaja berbicara di sini karena Seohyun tahu apa yang ingin dikatakan Kyuhyun bukanlah sesuatu yang bisa diketahui publik.

Sejujurnya, tentu saja ia takut. Apa yang ia lakukan saat ini cukup beresiko. Namun di sisi lain ia juga ingin menghilangkan rasa penasarannya akan maksud percakapan antara Kyuhyun dan Yonghwa tempo hari.

“Kau boleh menanyakan apapun. Aku akan menjelaskannya padamu” jawab Kyuhyun tenang.

Seohyun menatap Kyuhyun beberapa detik kemudian angkat bicara. “Formula apa yang kalian maksud? Dan siapa Prof. Seo? Apakah itu ada hubungannya denganku?”

Kyuhyun tersenyum kecil mendengar pertanyaan yang dilontarkan Seohyun. “Tentu saja. Semua itu berkaitan erat denganmu”

Seohyun menelan ludah dalam diam. Ia menatap Kyuhyun lekat-lekat seolah tidak ingin terlewatkan satu kalimatpun yang akan diucapkan lelaki itu.

“Prof. Seo itu ayahmu. Seo Im Han”

Seohyun membelalakkan matanya. Ternyata dugaannya benar bahwa Prof. Seo yang mereka bicarakan merupakan ayahnya. Lalu apa hubungan mereka dengan ayahnya?

“Prof. Seo merupakan seorang peneliti di Yongbyon Nuclear Scientific Research Center di Pyongyang, Korea Utara. Selama tujuh tahun beliau mengembangkan riset mengenai tenaga nuklir dan akhirnya berhasil menciptakan sebuah Formula luar biasa yang dinamakan AZ887” Kyuhyun melirik sekilas kepada Seohyun yang tengah fokus mendengarkannya.

“Formula itu ia ciptakan untuk kemajuan Korea Utara, tentu saja” lanjutnya. “Namun sebelum Formula itu diserahkan kepada pemerintah, beliau telah terlebih dahulu meninggal dalam kecelakaan mobil bersama anaknya”

Seohyun menggigit bibir bawahnya begitu Kyuhyun mengingatkannya kembali dengan kecelakaan mengerikan itu.

“Semenjak itu pemerintah Korea Utara kehilangan petunjuk mengenai keberadaan formula itu. Kami berusaha mencari dan akhirnya menemukan berita bahwa anak Prof. Seo yang bersama dengannya ketika kecelakaan masih hidup dan tengah berada di Korea Selatan saat ini. Dan kami pun bergegas mencarimu, dengan harapan formula itu ada bersamamu dan bisa membawamu pulang ke Pyongyang. Setelah melakukan penyelidikan, kami mendapat kabar mengejutkan bahwa ternyata formula itu tidak ada bersamamu”

Kyuhyun menoleh dan menatap Seohyun lekat-lekat, “Tidak lama setelahnya, kami kembali mendapatkan kabar mengejutkan. Bahwa kau –Anak Prof. Seo- ternyata memiliki kemampuan ingatan fotografi yang membuatmu mampu mengingat apapun yang kau lihat dengan jelas. Kami akhirnya sadar, bahwa formula itu benar-benar berada padamu, berada dalam ingatanmu”

Seohyun menggeleng pelan. “Apa maksudmu? Aku tidak mengerti”

“Bukankah kau sering mendapatkan ingatan aneh secara tiba-tiba? Deuterium. Dulu kau pernah menyebutkan kalimat itu ketika bersamaku di Daegu” Kyuhyun kembali mengingatkan.

“Jadi kau ingin bilang bahwa itu merupakan salah satu Formula nuklir yang ayahku temukan?”

Kyuhyun mengangguk membenarkan.

Seohyun kembali menggeleng tidak percaya. Benarkah itu merupakan Formula buatan ayahnya? Apa tujuan ayahnya membuat Formula itu? Lalu kenapa Formula itu bisa sampai ada di dalam ingatannya? Apakah ayahnya dengan sengaja membuatnya mengingat itu? Seohyun mengerang pelan sambil memegang kepalanya. Kepalanya terasa hampir pecah ketika dirinya mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan yang ia sendiri tidak bisa menjawabnya.

Dengan perlahan, Kyuhyun berjalan mendekati Seohyun yang masih limbung. “Bantulah kami. Bekerjasamalah dengan kami dan wujudkan keinginan ayahmu untuk menciptakan Formula itu”

Seohyun memijat pelipisnya dengan wajah tertunduk. Kepalanya kembali terasa sakit. Semua potongan-potongan gambar abstrak bermunculan bertubi-tubi di dalam ingatannya.

“Cobalah mengingat Formula itu” Kyuhyun kembali memberikan sugesti. “Dengan begitu, kau juga ikut membantu mewujudkan keinginan terbesar ayahmu”

Ketika hampir dua meter mendekati Seohyun, tiba-tiba saja sebuah suara teriakan menghentikan langkah Kyuhyun.

“Berhenti di sana, Markus Cho!!” Yonghwa telah berdiri lima meter dari mereka dan mengarahkan moncong revolver-nya tepat ke arah Kyuhyun. Seketika Kyuhyun diam membatu.

Good timing, agent Jung” ucap Kyuhyun sambil menyeringai santai.

Yonghwa mengatur napasnya yang terengah-engah. Ia menatap Kyuhyun tajam. Jika saja ia tidak bisa menahan diri, mungkin lelaki ini sudah ia habisi dengan FN Five-Seven berkaliber 5,7 mm miliknya yang akan menebus langsung ke dalam tempurung kepalanya.

Begitu mengetahui Kyuhyunlah yang membawa Seohyun pergi, tubuhnya gemetar hebat. Baru kali ini ia merasa setakut dan sepanik itu. Rasanya seluruh darah yang mengalir di tubuhnya mendidih. Ia begitu kalut. Entah sudah berapa banyak pelanggaran lalu lintas yang  ia lakukan tadi.

Perlahan, tatapannya beralih kepada Seohyun yang tengah tertunduk beberapa meter di hadapannya. Kondisi gadis itu terlihat tidak baik.

“Joohyun-sii, kau tidak apa-apa?” tanya Yonghwa tanpa melepaskan moncong revolver-nya dari Kyuhyun.

Dengan perlahan, Seohyun mengangkat wajahnya. Wajahnya pucat pasi dengan keringat mengalir deras di pelipis sampai sudut rahangnya. Yonghwa menatap gadis itu khawatir.

“Kau tidak apa-apa?” ulang Yonghwa.

Seohyun terpaku menatap Yonghwa. Pandangannya terlihat kosong. Jiwanya seperti tidak ada di sana saat ini. Kekalutan Yonghwa bertambah. Ia harus segera membawa Seohyun pergi dari sini.

Ketika hendak menghampiri Seohyun, tanpa ia sadari pengawasannya terhadap Kyuhyun berkurang. Dan hal itu tidak disia-siakan Kyuhyun untuk mengeluarkan revolver dari balik jaket kulitnya. Kini mereka berdua sama-sama imbang dengan mengarahkan revolver ke masing-masing lawan.

“Pergilah. Sebelum aku melakukan hal yang tidak kau inginkan” ancam Kyuhyun.

“Sialan kau, Marcus Cho! Apa yang kau lakukan pada Seohyun? kau berusaha mencuci otaknya?”

Kyuhyun menyeringai. “Aku hanya menceritakan kebenaran padanya”

“Kebenaran?” ejek Yonghwa kesal. “Kau ingin bilang bahwa Prof. Seo membuat Formula pemusnah masal itu adalah sebuah kebenaran? Jangan membual! Tidak ada orang yang ingin membuat Formula mengerikan seperti itu!! Ini pasti sebuah tipuan”

Perlahan-lahan, Seohyun mulai kembali mendapatkan kesadarannya. Napasnya kembali teratur dan rasa sakit di kepalanya berangsur menghilang. Ia lalu dikejutkan dengan kedua orang pria yang saling mengarahkan pistol di sisi kiri dan kanannya.

“Yonghwa-sii?” Seohyun menatap Yonghwa heran. Sejak kapan lelaki itu berada di sana? Dan apa yang sebenarnya terjadi?

Yonghwa menoleh sekilas pada Seohyun. “Kau tidak apa-apa Joohyun-sii?”

Seohyun mengangguk kaku sambil menatap ngeri kedua revolver di hadapan.

“Cepatlah pergi dari sini” perintah Yonghwa. “Larilah sejauh kau bisa”

“Seohyun-ah” potong Kyuhyun tidak mau kalah. “Ingatlah keinginan ayahmu. Kau harus memberikan formula itu kepada pemerintah Korea Utara, tempat ayahmu mengabdi”

Seohyun menatap Yonghwa dan Kyuhyun bergantian. Rasa takut akan terjadinya sesuatu yang buruk menyelimuti dirinya. Siapa si protagonis di antara mereka berdua? Ia harus segera memutuskannya sekarang. Sebelum semuanya menjadi tidak terkendali.

Terkadang ada sesuatu yang tidak bisa dikatakan terus terang karena suatu alasan. Namun jangan hanya karena alasan itu membuat kepercayaan yang telah terbangun selama ini terkikis.

Perkataan Yoona beberapa waktu lalu tiba-tiba kembali terngiang di telinganya.

Ia memasangnya bukan untuk memata-matai pergerakan Jini atau bahkan merencakan sebuah hal yang buruk. Namun ia memasangnya hanya untuk memastikan bahwa Jini berada dalam keadaan aman dalam perlindungannya

Diikuti oleh perkataan Yuri beberapa saat yang lalu.

Siapa yang harus ia percaya? Siapa yang berusaha melindunginya di sini?

Di sela-sela kebimbangannya, ia melihat seseorang dari jarak sepuluh meter tengah mengarahkan sebuah revolver ke arah mereka. Dan revolver itu mengarah tepat ke tubuh Yonghwa.

Seohyun tidak tahu bagaimana menjelaskan kejadian selanjutnya. Entah itu karena sebuah refleks ataukah karena kepercayaannya kepada lelaki itu, ia segera belari menghampiri Yonghwa dan memeluknya erat. Menjadikan dirinya sebagai tameng bagi lelaki itu dan membiarkan tubuhnya tertembus oleh timah panas berkecepatan tinggi.

Seohyun roboh seketika. Tubuhnya terjatuh ke tanah yang keras dengan darah segar mengalir tanpa henti. Di sisa kesadarannya, ia bisa mendengar lelaki itu memanggil namanya. Begitu keras, seolah takut kehilangan dirinya.

“SEO JOOHYUUUUUN!!!!!”

Dan di detik berikutnya, semuanya berubah menjadi gelap. Dan suara itu perlahan menghilang.

-X-

Halo, bertemu lagi di Formula X [Memory 11]. Sesuai janji, aku posting lanjutannya sebelum 2 minggu. Maaf kalau Part ini lebih sedikit dari part-part sebelumnya karena sengaja aku cut di situ biar seru. Dan maaf juga buat deerburning shipper karena di Part ini ga ada moment mereka karena aku mau menjelaskan soal permasalahan antara Yonghwa – Seohyun – Kyuhyun. Di part selanjutnya moment mereka bakal ada lagi koq, tenang aja…😀

Akhir kata, selamat membaca…😀 Ditunggu saran yang membangun dari readers…

61 thoughts on “Formula X [Memory 11]

  1. Menegangkan cerita ny thor
    Feel ny dpt bget
    Smpe ikut nahan nafas
    Jgan” itu agen CIA
    Yg antagonis kyg kyuhyun oppa
    Kereeennn
    Iya thor jdi bkin +++ pnasaran sma klnjutanny
    D tnggu chap slnjut ny
    Wajib y ad momen deerburning ny
    Daebakkk
    D tnggu chap slnjt ny thor

  2. Makasih buat updatenya, authornim
    Akhirnya Seohyun sadar pihak mana yang benar
    Tapi sedih juga, Seo jadi kena tembak gitu

    Aku bayangin kalo entar di tempat Seo dirawat
    ada baku tembak antara 3 pihak
    Yonghwa, Kyuhyun, sama pihak CIA (ngarepnya sih ini Jungshin, kayaknya keren)
    dan ada moment YongSeo plus JongYoon lagi

    Semangat buat author, part selanjutnya ditunggu

  3. author… mank paling bisa bikin reader jantungan…. plus penasaran akut….
    hahahahaha
    thor… dpt ide dr mana sih… dpt alur crita sprti ini???? KEREEENNN ABIZZZ…
    bener serasa nnton drama korea…bukan baca fanfics….
    cant wait for next chapter thor……
    Hwaiting !!!!!!

  4. suka banget sama FF ini🙂
    ceritanya keren dan selalu bikin penasaran. alur dan gaya bahasanya rapi jadi enak dibacanya. nggak sabar nungguin kapan semua teka-tekinya terungkap.
    good job, authornim. hwaiting for the next part ^^

  5. dikiiiit bgt aaaaaa
    kyu cuci otak hyun aduuuuh. kyu mesti ditangkep ini.
    jadilah hyun yg kena tembak kan. hiks
    makin menegangkan ini. mantaaap
    ditunggi part berikutnya ini author

  6. Walaupun ga ada deerburningnya, tapi chapter ini bikin aku sedih loh.. Seohyunnya ga kenapa kenapa kan yaaahh..😦

  7. ya ampuuunn.. ini keterlaluan!!! keterlaluan bkin penasarannya!!!
    author-nim, kami harap next memory-nya ga lama-lama yaaa…
    btw, klo ttg yongseo aku suka chemistry-nya, greget🙂

  8. Pendekkkkk /plak *digetok
    Tp serius onnie, ini krg panjang /plak *makin digetok
    Seo sadar kek yg baik itu yong, yong mu *eh
    Pas continue nanggung onnie, mstinya dilanjutin tuh
    Pnasaran abisss gmna nasib seo?
    Yg nembak yong siapa? Korut apa cia?
    Next part scepatnya ya onnie🙂

  9. OMG…I hope SeoHyun will be okay
    Gimana ya kalo Yoona kuliah di Amerika meninggalkan Jonhyun,akan gimana ya dia?
    Apa Joghyun akan merindukan Yoona
    Segera posting next chapter ya
    Tq

  10. aaaaaaaa
    yang niat nembak yong pasti agent CIA dan biar aku tebak, pasti choi seunghyun yang kemaren kemaren nongol yakan yakan
    muehehehe
    oh oh oh kyu pandai bersilat lidah :O

    di tunggu part selanjutnya thor. dan kali ini ASAP juga yuahahaha😀
    fighting :))

  11. huwaaa sudah dipublish ternyata😀
    chapter ini bikin penasaran sama deg-degan banget ><
    semoga chapter selanjutnya cepet dipublish dn ada deerburning kkkk😀

  12. AAAAHHHHH Author kanapa harus ada yang menembak sihhh Hyunnie semoga dia selamat,,, Omo author ahli banget deh buat orang cemas + degdegan… jangan bilang orang yang dulu diatas mobil yg mengenal/ melihat Yong n Kyu itu adalah anggota CIA????
    aku khawatir sumpah, semoga hyunnie baik2 aja dan dia nanti mulai percaya kpada Yong jangan yang lain.. #Amin
    nexttttttt bener2 ditunggu…

  13. Baca FF nya agak berdebar gimana gitu makin seru thor, tapi aku masih kurang ngerti siapa itu kyuhyun disini
    Tapi aku suka sama FF ini apalagi jonghyun & yoona image nya dibikin seru.. jangan lama – lama ya thor next part nya

  14. Aihh ini pendek bgt . gda moment JY nya juga .hikz
    tpi itu kasian hyun knp d tembak sih .ga mati kan .next jgan lama2 ya thor

  15. Anyeong, aku new readers:)
    whoa.. thor ffmu bagus bgt, alurnya nggak kcepetan, gaya bahasany jg bagus. Yaap walau pemeran utamanya bukan yoona jonghyun, tpi tolong tambahin momentnya dongs.. Hehe😀

  16. Halo thor! Aku reader baru. Ffnya bener” keren! Alurnya pas. Ending tiap part selalu bikin penasaran. Bahasanya jelas, ga ribet, dan gampang dipahamin. Aksi mata”nya sama pengintaiannya juga dapet bgt.

  17. Waaah FF ni bkin penasaran tingkat tinggi…
    G sabar baca chap. slanjutnya?!
    Apakah seo lebih percaya yong2 ato mlah terpengaruh sma omongannya kyuhyun?
    Trus yg lebih bkin penasaran lagi bkal kyak gmana hubungan Yoona ma Jonghyun kedepannya
    Smoga author te2p smangat nulisnya…Hwaiting!!!

  18. aaaaa knapa di cut thor, penasaran😦
    siapa yg nembak seohyun? dia dr korea utara kah?
    oh pls bikin happy ending ya thor🙂 next chapter sangat ditunggu^^

  19. salam kenal authornim..wooow!FF yongseo ini sungguh Daebak!!tambah penasaran bingit,tetap semangat authornim!aku tunggu part selanjutnya!

  20. Wah…..kelihatan bgt yonghwa kerjanya pke hati tdak seperti kyuhyun sama2 agen rahasia tp kyuhyun memaksa dan itu sangat mnyiksa seojoohyun,duh blum ada moment deerburning….lanjut

  21. Chapter 11 nyampe 16 udah dipublish toh aku baru tau.. kelamaan lupa judul ff ini pasti -_- untung ingetyaah tadi sore :3 author hapal bgt revolver2 yongseonya damai lg kayaknya iyakaaan thor😀 jongyoon kopelnya gk keliatan disini..lanjut baca eakkk

  22. Yaa ampuun syapa yg nembak seo??
    No jongyoon moment,, sediiihh.. Tapi cukup terhibur dg yoona yg di kejar2 ibunya utk nikah…
    Lajuutt..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s