Formula X [Memory 1]

Image

Judul: Formula X [Memory 1]

Main Cast:

Jung Yonghwa CNBlue sebagai Jung Yonghwa

Seo Joohyun SNSD sebagai Seo Joohyun

Other Cast:

Lee Jonghyun CNBlue sebagai Lee Jonghyun

Im Yoona SNSD sebagai Im Yoona

Choi Siwon Super Junior sebagai Choi Siwon

Cho Kyuhyun Super Junior sebagai Cho Kyuhyun

Tiffany Hwang SNSD sebagai Tiffany Hwang

Kwon Yuri SNSD sebagai Kwon Yuri

Rating: PG-17

Lenght: Chaptered

Genre: Romance, Action, AU

TeaserProlog

Ingatan ini selalu menghantuiku. Mengikatku dalam rasa sakit berkepanjangan yang tiada akhirnya.

J n J Design Architecture Office, Gangnam-gu, Seoul

Pukul 12.05 KST

“Kerja bagus, Hyunnie”

Gadis cantik dengan kulit coklat muda keemasan, berambut hitam gelap yang terurai panjang sampai atas dada merangkul bahu gadis di sampingnya yang berkulit seputih susu dengan bola mata hitam yang indah, kemudian menepuk ringan bahu gadis itu. Ia lalu tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya yang rata dan terawat sambil memandang gadis di sampingnya dengan rasa bangga.

Gadis di sampingnya balas tersenyum dan menyelipkan beberapa helai rambut hitam panjangnya di belakang telinga. “Terimakasih, eonni” balasnya riang masih sambil melanjutkan langkah ringannya keluar gedung untuk menghabiskan jam istirahat siangnya di sebuah cafe kecil di blok sebelah.

“Kau tahu, presentasimu tadi benar-benar brilliant” puji gadis itu. Ia menghentikan langkahnya kemudian menatap gadis yang lebih muda dua tahun darinya itu dengan terkagum. “Dan jika perusahaan itu tidak memih designmu tadi, aku yakin ada yang salah dengan rasa estetika mereka”

Gadis bermata indah itu tertawa renyah mendegar pujian berlebihan yang diberikan oleh rekan kerjanya itu. “Kau berlebihan, eonni” rendah gadis itu.

Tadi beberapa jam yang lalu, gadis itu baru saja mempresentasikan rancangan designnya untuk sebuah project gedung Art Centre yang direncanakan akan dibangun beberapa bulan ke depan. Design untuk mega project itu diikuti oleh beberapa perusahaan jasa design se-Korea Selatan, dan gadis itu dipilih mewakili perusahaannya untuk mengikuti kompetisi ini. Walau ia masih dibilang baru dalam bidang ini, namun kemampuannya sudah cukup diakui oleh perusahaan tempatnya bekerja. Sudah beberapa project yang berhasil dimenangkannya selama dua tahun terakhir. Dan karena prestasinya itulah, perusahaan kini mempercayainya untuk mengikuti project -yang disebut-sebut sebagai project terbesar di Korea Selatan pada tahun ini- tersebut.

“Menggabungkan model tradisional dan futuristic dalam satu karya, itu benar-benar brilliant, Hyunnie. Aku tidak habis pikir kau dapat membuat design sekeren itu” gadis di sampingnya itu kembali memujinya. Kali ini gadis itu hanya menganggapi dengan sebuah senyuman sambil melanjutkan langkahnya menuju pintu utama gedung berlantai 16 ini.

“Kau makan siang di cafe itu lagi?”

Gadis itu berhenti dan menoleh melihat rekannya yang masih berdiri beberapa meter di belakang. Ia mengangguk pasti. “Kau mau ikut, Yuri eonni?”

Yuri –gadis berkulit coklat muda keemasan itu- mendesah dan memutar bola matanya. “Aku bosan. Aku akan menghabiskan jam makan siangku di Amore Cafe di seberang jalan saja”

“Oke” Gadis itu menggangguk mengerti. Ia kemudian membalikkan tubuhnya dan kembali berjalan menuju cafe yang sudah menjadi langganannya semenjak 5 bulan terakhir.

-X-

Bloom & Goute Cafe, Gangnam-gu, Seoul

Pukul 12.15 KST

Cling

Pintu cafe terbuka pelan sehingga menimbulkan suara gemerincing kecil dari bel yang digantungkan di atas pintu kayu. Gadis itu melangkah memasuki cafe dan segera menempatkan diri pada meja favoritenya di sudut cafe yang sudah menjadi area khususnya selama lima bulan ini, walau secara tidak resmi.

Gadis itu kemudian memandang ke seluruh sudut cafe yang masih lengang. Baru saja ia menghenyakkan tubuhnya pada sofa empuk dan seketika wangi espreso panas dan bunga lili serta bunga-bunga lain yang terpajang di etalase di salah satu sisi ruangan memenuhi indera penciumannya. Suara uap dari mesin kopi yang monoton dan teratur menambah rasa nyaman di cafe ini menjadi berkali-kali lipat bagi gadis itu.

Gadis itu selalu suka jika berada di cafe ini. Wangi khasnya, bunyi teratur dari mesin kopi dan gemerincing bel saat seseorang membuka pintu, nuansa hangat dari bahan kayu klasik yang mendominasi serta cahaya matahari yang menembus langsung melalui kaca besar di sisi cafe. Semuanya terasa nyaman. Membuatnya betah berlama-lama duduk sendirian di cafe ini.

“Halo, Seohyun-sii. Kau mau pesan menu apa hari ini?”

Seorang lelaki telah terlihat berdiri di sampingnya sambil memegang sebuah pulpen dan note kecil di tangannya. Seohyun –gadis berkulit putih susu dan bermata indah itu- tersenyum senang melihat lelaki yang telah berdiri siap pada posisinya untuk menulis pesanan Seohyun.

“Oppa, sejak kapan kau turun jabatan?”

Lelaki itu tertawa renyah mendengar pertanyaan Seohyun, kemudian ia duduk di sofa kosong di hadapan Seohyun. “Semua pegawaiku sedang istirahat siang” jelasnya ringan.

Seohyun kembali terkekeh mendengar jawaban yang keluar dari mulut lelaki itu. “Aigo, kau type atasan yang sangat baik oppa”

Lelaki itu menggedikkan bahunya singkat. “Well, demi kelancaran bisnisku. Dari pada aku harus menghadapi demo dari mereka”

“Dan membiarkan dirimu bekerja seorang diri pada jam sibuk cafe? Bijaksana sekali” sidir Seohyun halus. “Sebagai seorang atasan dan owner, kau harus bersikap lebih tegas, Cho Kyuhyun-sii”

Lelaki itu mengangguk patuh sambil memamerkan senyum kudanya. “Akan aku coba”

Seohyun berdecak kemudian memutar bola matanya. Lelaki itu, Cho Kyuhyun adalah pemilik cafe ini. Cafe dengan suasana seperti rumah sendiri yang nyaman dan menenangkan. Seohyun sendiri telah mengenalnya sejak menjadikan dirinya sebagai pelanggan tetap cafe ini. Kyuhyun adalah lelaki baik hati yang sangat ramah juga teman ngobrol yang menyenangkan bagi Seohyun. Namun sayang, kebaikkan hatinya terkadang dimanfaatkan oleh orang-orang di sekitarnya. Seperti saat ini, seluruh pegawai cafe yang seharusnya bekerja pada jam makan siang justru meminta izin untuk makan siang di luar. Bukankah itu konyol?

“Dan, kau mengubah tata letak di ruangan ini seorang diri juga?”

Kyuhyun memiringkan kepalanya, bingung mendengar pertanyaan Seohyun.

“Bunga lili itu, kemarin berada di sudut ruangan, dan lukisan itu kemarin bukan disana letaknya” Seohyun menunjuk benda itu satu per satu dengan dagunya.

Kyuhyun ikut melihat benda-benda yang ditunjuk Seohyun. “Wah, kau benar-benar type orang yang teliti ya?” puji Kyuhyun. “Kau benar-benar bisa mengingat hal sekecil itu”

Well…” Seohyun hanya menggedikkan bahunya menjawab pertanyaan Kyuhyun. Karena ia sendiripun tidak mengerti kenapa ia bisa mengingat semua hal-hal detail seperti itu.

“Jadi, kau akan pesan apa?” tanya Kyuhyun yang kembali mengingatkan Seohyun akan tujuan utamanya ke sini.

“Yang biasa saja”

Linus Smoked Beef dan Hot Americano kalau begitu?”. Seohyun mengangguk membenarkan. “Oke. Akan siap dalam 8 menit lagi, Nona Seo”. Kyuhyun kemudian bangkit dan berjalan menjauh menghilang di sudut ruangan.

Tepat delapan menit lewat dua puluh lima detik kemudian, Kyuhyun kembali dengan nampan penuh berisi makan siang Seohyun. Lelaki itu dengan cekatan menghidangkan menu di atas meja kecil di hadapan Seohyun. Seohyun tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepadanya.

“Kau sibuk?” Seohyun bertanya sebelum Kyuhyun berbalik pergi. Lelaki itu menjawab dengan gelengan singkat. “Kalau begitu, bisakah kau menjadi teman makan siangku hari ini?”

Well, aku tidak bisa menolak permintaan pelanggan tetapku”

Kyuhyun kemudian duduk di sofa di hadapan Seohyun. “Jadi, kenapa nona Seo makan siang seorang diri hari ini?” Kyuhyun bertanya sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa.

“Hmmm… Karena tidak ada yang bisa diajak makan bersama” Seohyun menjawab sekenanya kemudian segera melahap Linus Smoked Beef yang masih hangat dan begitu menggoda di hadapannya.

Kyuhyun terkekeh kecil mendengar jawaban asal Seohyun. “Oh ya, hari ini jadwalmu check-up bukan?” tanya Kyuhyun membuka pembicaraan setelah beberapa menit terdiam.

“Hmmm…”Seohyun mengangguk membenarkan sambil terus melahap makan siangnya.

“Apa masih sering timbul?”

“Ya. Bahkan beberapa minggu terakhir ini intensitasnya semakin meningkat. Itu sungguh mengangguku” keluh Seohyun muram.

“Kau sudah buat janji dengan Im uisanim?”

“Sudah. Aku akan menemuinya sepulang kerja nanti”

Kyuhyun menggangguk mengerti. “Kalau begitu, mau ku antar?” tawarnya sopan.

“Aniyo” tolak Seohyun cepat sambil mengibaskan kedua tangannya di depan dada. “Aku bisa pergi sendiri”

“Tapi bukankah mobilmu sedang di bengkel saat ini?”

Well” Seohyun menggedikkan bahunya sekilas. “Aku bisa naik bus umum atau taksi nanti” jawabnya ringan. Sebenarnya Seohyun tidak menyukai idenya itu, ia sangat tidak nyaman jika harus menaiki bus umum di malam hari, namun ia tidak mau merepotkan Kyuhyun, tidak bisa pula menunda check-up rutinnya karena tubuhnya ini sangat membutuhkannya.

-X-

National Intelligence Service Office Center, Naegok-dong, Seocho-gu, Seoul

Pukul 13.00 KST

Seorang lelaki muda berjalan cepat memasuki sebuah gedung dengan setelan jas armani berwarna hitam yang melekat sempurna pada tubuh tegapnya. Tangan kanannya menjinjing tas kerja branded berwarna senada, dan di pergelangan tangan kirinya melingkar jam tangan Rolex keluaran terbaru.

Kemudian dilepas kaca mata hitam yang terbingkai di wajah tampannya begitu ia berdiri di depan pintu besi besar. Iapun mendekatkan wajahnya pada alat pendeteksi iris mata agar dapat mengidentifikasi identitasnya dengan benar. Tak lama kemudian, pintu besi otomatis itu terbuka menandakan bahwa lelaki itu memang merupakan salah satu pekerja di gedung ini.

Lelaki itu menghentikan langkahnya begitu memasuki ruangan. Dengan tenang, ia melipat kacamata hitamnya dan memasukkan ke dalam saku jas. Lelaki itu kemudian mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruangan. Terlihat kesibukan yang terjadi di ruangan ini. Belasan orang bekerja di depan komputernya dan adapula beberapa orang yang sibuk mendiskusikan pekerjaan mereka dengan rekan kerjanya. Ia tersenyum singkat melihat pemandangan di depannya. “Sudah lama” gumamnya pelan.

“Oh, Hyung!!” sapa seorang lelaki berkulit putih yang tersenyum senang dengan lesung di kedua pipi, yang berjalan cepat menghampirinya. “Lama tidak berjumpa” ucap lelaki itu sambil memeluk hangat dan menepuk pelan punggungnya.

“Bagaimana kabarmu, Jonghyun-ah?”

“Baik. Kapan kau sampai di Korea? Kau tidak menghubungiku!” Jonghyun –lelaki berkulit putih itu- tertawa sambil meninju ringan bahu lelaki itu.

“Wah, kau terlihat berbeda sekarang” puji Jonghyun sambil memperhatikan lelaki itu dari atas ke bawah. Lelaki itu terkekeh pelan. “Benarkah? Apa aku jauh lebih keren?” pujinya pada diri sendiri. Kedua sahabat lama itupun tertawa bersamaan.

“Jung Yonghwa-sii” sapa seseorang yang berjalan pelan ke arahnya.

Lelaki itu –Jung Yonghwa- menghentikan tawanya kemudian menggedik kepala singkat kepada lelaki yang menyapanya. “Choi Siwon-sii. Lama tak berjumpa”

“Selamat datang kembali, agent Jung” Choi Siwon mengulurkan tangan ke hadapan Yonghwa yang segera disambut oleh lelaki itu. “Ku rasa kau ingin segera mengetahui tugasmu kali ini. Kita bicara di kantorku”

-X-

“Jadi, tugas seperti apa yang menantiku sampai aku diperintahkan untuk segera kembali ke Korea?” tanya Yonghwa sambil menyilangkan kakinya. “Kuharap ini sebuah misi besar yang menarik, Ketua Choi”

Siwon menyeringai singkat mendengar perkataan pemuda arogant di depannya itu kemudian menyerahkan sebuah map kehadapannya.

Yonghwa mengambil map itu dan membaca isinya. Setelah selesai, ia menutup map itu dan menaruhnya kembali ke atas meja dengan tenang. “Jadi apa maksudnya ini?”. Yonghwa menatap Siwon penuh selidik tanpa sedetikpun melepas pandangannya.

Siwon kembali menyeringai. “Kau sudah membacanya. Ku rasa kau sudah tahu apa yang akan kau lakukan”

Yonghwa mendengus dan memutar bola matanya. “Jadi kau memintaku untuk menjadi babysitter? Hah! Yang benar saja!!” jawab Yonghwa emosi. Merasa tidak terima dengan tugas yang baru saja diberikan kepadanya.

“Tugas ini tidak sesederhana yang kau pikirkan, agent Jung”

“Diminta menjaga seorang gadis? Apa yang lebih buruk dari itu?” potong Yonghwa tak sabar. “Kau memintaku kembali dari Amerika hanya untuk sebuah tugas seperti ini?” Yonghwa menggeleng tidak percaya.

Tiga tahun ia ditugaskan sebagai perwakilan NIS untuk bekerjasama dengan CIA di Amerika, dan sekarang ia diminta pulang ke negaranya untuk sebuah misi penting. Dan ternyata misi itu hanyalah sebuah misi konyol yang memintanya untuk melindungi seorang gadis. Sunguh ironis.

“Aku menolaknya. Kau bisa meminta agent lain untuk melakukan misi ini”

Yang benar saja, jangankan seorang gadis biasa, bahkan jika ia diberikan misi untuk melindungi putri president-pun, pasti akan ia tolak mentah-mentah. Ia agent rahasia terbaik Korea Selatan, seharusnya ia diberikan misi-misi berat yang menyangkut keselamatan negara. Seperti sebuah misi terorisme atau pemberontakkan terhadap kepemerintahan.

“Tiffany-sii” panggil Siwon kepada seseorang. Beberapa detik kemudian, seorang gadis cantik dengan perawakan tinggi ramping dengan blazer dan mini skirt hitam masuk ke dalam ruang kerja Siwon.

“Ada yang bisa saya bantu, Ketua Choi?”

“Ambilkan semua berkas-berkasnya. Dan jelaskan penyelidikan yang telah kita lakukan terhadap gadis itu kepada agent Jung”

Tiffany mengangguk mengerti dan segera menghilang di balik pintu.

Selang beberapa menit, Tiffany kembali ke ruang kerja Siwon diikuti Jonghyun yang berjalan di belakangnya. Gadis itu menaruh tumpukan berkas di meja kemudian menatap Yonghwa tajam.

“Langsung saja agent Jung. Aku tidak suke bertele-tele” Tiffany memulai pembicaraan dengan mengambil salah satu map dan menyerahkannya kehadapan Yonghwa. “Pria itu bernama Prof. Seo Im Han. Beliau merupakan seorang penemu yang bekerja di Yongbyon Nuclear Scientific Research Center di Korea Utara. Beliau berhasil menciptakan ini” Yonghwa membuka map yang di dalamnya terdapat data-data mengenai Prof. Seo Im Han lengkap dengan foto close-up pria itu.

Belum sempat Yonghwa membaca seluruh biodata Prof. Seo, Tiffany kini memberikan sebuah map lain kepadanya. “AZ-887. Sebuah Formula rahasia yang kami yakini merupakan reaktor nuklir berdaya ledak tinggi yang kemungkinan memiliki kemampuan 8 kali lebih besar dari type APR-1400 yang saat ini dipergunakan sebagai senjata atom oleh Korea Utara” Yonghwa mengangguk sambil membaca sekilas map yang berisikan data-data mengenai formula AZ-887 yang telah dikumpulkan NIS selama ini.

Tiffany kembali menyerahkan sebuah map kepada Yonghwa yang berisikan data-data mengenai bom atom type APR-1400 yang dimiliki Korea Utara saat ini.

“Lalu, apa hubungan semua ini dengan gadis itu?” tanya Yonghwa tidak mengerti.

Tiffany tersenyum senang mendengar pertanyaan Yonghwa. “Tunggu sebentar Agent Jung. Aku berusaha menjelaskannya secara runtun kepadamu. Sepertinya kau mulai tertarik dengan kasus ini” ejek Tiffany.

“Sebelum formula itu sempat diserahkan ke tangan Korea Utara, Prof. Seo pergi dengan membawa formula itu. Sampai saat ini belum diketahui alasan kenapa ia pergi dengan membawa lari formula itu. Saat ia mencoba melarikan diri, mobil yang ia tumpangi mengalami kecelakaan dan menewaskan dirinya di tempat kejadian. Tidak ditemukan formula itu di TKP, mungkin sudah terbakar habis bersama mobil yang ditumpanginya. Putri tunggalnya yang bersama dengannya ketika kecelakaan itu terjadi, selamat dari kecelakaan maut itu. Namun setelah kejadian, gadis itu menderita memory loss akibat trauma langsung di kepalanya. Hampir seluruh ingatannya sebelum kejadian itu hilang. Sampai saat ini, saat ia berusia 24 tahun, ingatan itu belum juga kembali”

“Tunggu. Lalu apa gunanya ingatan gadis itu? Bukankah gadis itu masih kecil ketika kecelakaan itu terjadi? Lagipula gadis itu tidak memiliki kaitan dengan kasus ini” potong Yonghwa tidak sabar.

“Ada” jawab Tiffany yakin. “Gadis itu sejak lahir memiliki kemampuan fotografi. Sebuah kemampuan yang membantu pemiliknya mengingat semua hal hanya dengan sekali lihat. Kami menduga, gadis itu memiliki ingatan tentang formula AZ-887 yang diberikan Prof. Seo kepadanya. Mungkin sebelum melarikan diri, Prof. Seo meminta putrinya untuk mengingat seluruh isi formula itu untuk berjaga-jaga”

“Mungkin? Yang benar saja! Jadi belum ada bukti bahwa Prof itu memberikan formula AZ-887 kepada gadis itu?” Yonghwa kembali memotong ucapan Tiffany dengan nada mengejek.

“Dan itulah tugasmu. Mencari tahu ingatan gadis itu mengenai formula AZ-887” Siwon kembali mengingatkan Yonghwa mengenai tugasnya.

“Saat ini pihak Korea Utara juga menduga hal serupa. Mereka telah mengirimkan beberapa agent rahasia untuk mengawasi gadis itu dan mungkin mereka akan beraksi setelah mengetahui kebenaran mengenai ingatan gadis itu” lanjut Siwon.

“Lalu apa alasanku untuk melindungi gadis itu?” tanya Yonghwa tenang.

“Pertama, karena saat ini, gadis itu berkebangsaan Korea Selatan dan berada di bawah perlindungan pemerintah Korea Selatan. Yang kedua, karena jika formula itu sampai ke tangan Korea Utara, Perang dunia ke 3 mungkin saja bisa terjadi. Dan mungkin saat itu, kehancuran dunia tidak dapat dihindarkan lagi” Siwon menatap tajam Yonghwa selama beberapa detik, kemudian tersenyum singkat. “Kau akan dibantu oleh agent Lee dalam misi kali ini. Sebagai seorang agent rahasia, lakukan misimu tanpa ada seorangpun yang mengetahuinya”

-X-

“Luar biasa bukan? Kasus kali ini begitu rumit dan cukup sulit. Terlebih lagi ini menyangkut keamanan kedua negara” Jonghyun melirik Yonghwa yang tengah duduk diam di sampingnya sejak 5 menit yang lalu.

“Kopi?” tawar Jonghyun dengan menyodorkan sekaleng kopi kehadapan Yonghwa. Yonghwa mengangkat kepala dan meraih kaleng kopi di hadapannya.

“Jadi, kapan kau akan memulai misi ini?” tanya Jonghyun sambil meneguk kopinya.

“Malam ini”

“Mwo?? Uhuk! Uhuk!” Jonghyun memukul-mukul dadanya yang tersedak kemudian menatap Yonghwa horor. “Kau gila, Hyung? Kita butuh strategi terlebih dahulu”

“Aku sudah memikirkan strateginya. Kau ikut saja dalam strategiku kali ini” Yonghwa kemudian berdiri dan sedikit meregangkan otot-ototnya. “Ah… Rasanya hidup kembali” ucap Yonghwa senang sambil tersenyum penuh kebahagiaan. Baru kali ini ia begitu semangat dalam sebuah misi. Misi yang kali inipun, ia pasti dapat menyelesaikannya dengan baik. Karena ia adalah agent Jung, agent terbaik se-Korea Selatan.

-X-

Seoul Internastional Hospital

Pukul 20.00 KST

“Kali ini ku berikan obat dengan dosis yang lebih tinggi dari biasa. Kuharap, dengan begitu keluhanmu bisa berangsur menghilang. Namun jika keluhannya belum juga membaik setelah 3 hari, kau segera hubungi aku. Mengerti?”

“Ok. Terimakasih, eonni” Seohyun mengambil selembar resep obat yang diberikan Im uisanim kepadanya.

“Eonni, apa sakitku ini bisa segera sembuh?” tanya Seohyun pelan.

Im uisanim -yang merupakan dokter spesialis syaraf langganan Seohyun selama 3 tahun terakhir- tersenyum lemah mendengar pertanyaan Seohyun. “Seperti yang kau ketahui, Hyunnie. Kita telah mencoba segala cara. Aku sudah melakukan CT-Scan berkali-kali terhadapmu. Dan tidak didapat kondisi patologis dalam kepalamu. Tidak ada retakan, radang ataupun tekanan intracranial dalam otak. Memang kau pernah mengalami kecelakaan, namun seharusnya rasa sakit itu makin menghilang seiring berjalannya waktu. Namun kasusmu ini lain, Hyunnie. Entahlah, mungkin bisa ku bilang unik. Aku menduga sakit kepala yang kau derita bukan karena sebuah tauma atau luka yang berada di kepala melainkan berhubungan dengan hilangnya ingatanmu”

“Ingatan? Apa jika ingatan ku dapat kembali, maka sakit kepala yang kuderita bisa sembuh?”

Im uisanim terdiam mendengar pertanyaan Seohyun. Ia menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan. “Mungkin” bisiknya. “Tapi aku belum yakin apa ingatanmu bisa kembali”

Kepala Seohyun tertunduk mendengar jawaban Im uisanim. Ia tahu, bahwa mungkin ingatannya tentang masa lalu tidak akan pernah kembali, dan itu berarti ia harus hidup bersama rasa sakit luar biasa yang sering ia rasakan di kepalanya.

“Hyunnie, jika kau merasakan sesuatu, apakah itu buruk atau baik, kau harus berjanji untuk mengabarkannya kepadaku. Ok?” ucap Im uisanim dengan nada khawatir. Karena bagaimanapun, Seohyun telah ia anggap seperti adik sendiri.

“Baik, Uisanim”

“Aigoo! Jangan panggil aku uisanim. Panggil aku eonni seperti biasa”

Seohyun tersenyum mendengar kalimat protes dari dokternya itu. “Baiklah, Yoona eonni”

“Itu lebih baik. Dipanggil uisanim olehmu, aku merasa menjadi 10 tahun lebih tua”

Seohyun terkekeh. “Kalau begitu aku pulang dulu, eonni”

Yoona segera beranjak dari kursi dan mengantar Seohyun sampai pintu depan ruang prakteknya. “Hati-hati di jalan, Hyunnie”

-X-

Tepat pukul setengah 10 malam, Seohyun turun dari bus umum yang ditumpanginya. Ia masih harus berjalan sekitar 20 menit lagi untuk dapat sampai ke apartementnya. Di saat seperti ini, barulah ia menyadari mengapa apartement yang berada di dekat jalur halte bus atau kereta bawah tanah sangat mahal.

Seohyun berjalan cepat sambil terus mengedarkan pandangannya ke kanan dan kiri. Ia mendekap erat tasnya di depan dada. Malam ini terasa lebih sepi dari malam-malam sebelumnya.

Seohyun hampir saja menjerit ketika menyadari ada beberapa langkah kaki di belakangnya. Langkah kaki itu terdengar cepat seolah mencoba mengejarnya. Seohyun bergidik. Tidak! Itu pasti suara langkah orang-orang yang juga ingin pulang seperti dirinya. Namun sekuat apapun ia mencoba berpikir positif, tetap saja suara langkah kaki itu menakutinya. Suara langkah itu terdengar makin dekat. Dan demi keselamatannya, Seohyun akhirnya memperlebar langkahnya menjadi sebuah larian kecil. Namun suara langkah itu justru semakin cepat. Kini Seohyun yakin, bahwa siapapun pemilik langkah kaki itu, mereka berniat mengejar dirinya.

Seohyun berlari kencang melintasi blok-blok sepi di daerah itu. Napasnya tercekat. Ini bahaya! Seohyun terus berlari sampai jantungnya terasa hampir meledak. Ia ingin berteriak meminta tolong tapi suaranya tidak keluar. Bibirnya gemetar, begitupula dengan seluruh tubuhnya. Ia harus terus berlari. Namun kakinya terasa mati rasa dan begitu lemas. Dan di detik berikutnya, Seohyun tidak mampu mempertahankan keseimbang dan terjatuh di atas jalan aspal yang dingin.

Ia membalikkan cepat tubuhnya, dan seketika itu juga, ia melihat 3 orang pria telah berdiri di depannya. “Andwe” ucap Seohyun dengan suara serak. “Jangan! Tolong! Tolong!” Seohyun mencoba berteriak sekuat tenaga, namun yang keluar dari bibirnya justru hanya sebuah bisikan tidak berguna.

Seohyun mencoba menyeret tubuhnya yang gemetar hebat menjauhi tiga lelaki itu. Ketiga lelaki itu terlihat menyeringai mengerikan ke arahnya. “Tolong!” Seohyun kembali berusaha berteriak. Air mata tiba-tiba saja jatuh membanjiri pipinya. Ia takut setengah mati.

Ketiga lelaki itu kini telah mengelilingnya. Mengunci gerakan Seohyun sehingga gadis itu tidak bisa lagi melarikan diri. Salah satu dari lelaki itu memegang dagu Seohyun dan mengangkat wajah gadis itu. “Cantik” suara melengking lelaki itu membuat Seohyun semakin bergidik ngeri. “Tolong! Tolong! Siapapun, tolong aku!” Jerit Seohyun yang tidak dapat keluar dari bibir gemetarnya.

Di detik berikutnya, lelaki yang sedang memegang dagunya tiba-tiba terpental jauh, begitupula dengan kedua lelaki di samping kiri dan belakangnya. Seohyun kemudian segera menyeret tubuhnya menjauh. Ia dapat mendengar suara pukulan diikuti suara erangan beberapa kali. Namun ia tidak tahu siapa pemilik suara itu. Ia terlalu takut untuk sekedar mengangkat kepala dan melihatnya.

Beberapa menit kemudian, suara-suara itu mulai menghilang. Seohyun masih meringkuk dengan mendekap erat lututnya. Detik berikutnya, terdengar suara langkah kaki menghampirinya. Seohyun kembali bergidik, tubuhnya kembali gemetar hebat.

“Nona” Seseorang memegang tangannya dan sontak Seohyun berontak dan berteriak berusaha melepaskan diri.

“Nona, kau sudah selamat sekarang. Tidak perlu takut” suara itu begitu lembut seolah mencoba menenangkan Seohyun yang masih terlihat trauma.

“Kau tidak apa-apa? Ada yang terluka?” suara lembut itu kembali terdengar. Dengan ragu, Seohyun mengangkat kepalanya dan melihat seorang pemuda tengah duduk di hadapannya.

“Kau tidak apa-apa?” ulang pemuda itu dengan napas terengah-engah. Seohyun memberanikan diri menatap pemuda itu. Dan ia begitu terkejut ketika mendapati wajah pemuda itu dipenuhi beberapa luka.

“Kau terluka” Seohyun bersuara serak sambil menatap iba pemuda itu.

Pemuda itu tersenyum. “Tidak masalah. Ini hanya luka kecil. Kau bisa berdiri?”. Pemuda itu mengulurkan tangan untuk membantu Seohyun berdiri.

Setelah dirasa Seohyun telah cukup kuat, pemuda itupun hendak berbalik pergi. “Tunggu dulu” Seohyun dengan cepat menahan tangan kanannya.

“Arrrrgggh!!” pemuda itu mengerang kesakitan ketika Seohyun memegang tangan kanannya.

“Kau terluka?” tanya Seohyun panik.

“Tidak apa. Hanya luka sedikit”

“Biar kulihat” Seohyun segera berjalan mendekati pemuda itu dan melihat darah segar mengalir dari lengan atasnya. “Kau terluka” Seohyun menatap horor darah yang terus mengalir tanpa henti dari lengan itu.

“Tidak apa. Aku hanya kurang hati-hati tadi. Aku tidak tahu bahwa satu dari mereka membawa senjata tajam”

“Rumah Sakit!! Kau harus ke Rumah Sakit” dengan panik, Seohyun segera mengambil sapu tangan dari dalam tasnya dan mengikatnya di bawah luka pemuda itu.

“Tidak perlu”

“Sekarang!!!” potong Seohyun tegas.

-X-

Emergency Room, Seoul International Hospital

Pukul 22.15 KST

“Apa kau keluarga pasien?” Salah seorang suster menghampiri Seohyun yang tengah duduk cemas di depan ruang Emergency Room.

“Bukan. Aku hanya bertemu dengannya di jalan”

“Kau bisa menjadi penjaminnya?”

Seohyun menggigit bibir bawahnya bingung. “Memang apa yang terjadi? Apa keadaannya begitu parah?”

“Pasien harus segera di operasi. Luka di lengannya cukup dalam sehingga dokter menyarankan pasien di operasi untuk menjahit lukanya. Dan kami tidak bisa melakukannya jika tidak ada penjamin”

Seohyun menghela napas berat. Ia tahu akan menjadi panjang urusannya. Namun ia juga tidak bisa begitu saja membiarkan lelaki itu terluka sehabis menolongnya. “Baiklah. Aku akan menjadi penjaminnya”

“Kau begitu silahkan ikut dengan saya. Ada beberapa formulir yang harus anda isi”

Seohyun akhirnya mengikuti suster itu dengan langkah berat.

Sudah hampir tiga jam Seohyun menunggu dengan cemas di depan ruang operasi. Tubuhnya sudah begitu lemah. Ia butuh tidur dan butuh makan. Namun ia tidak bisa memejamkan matanya barang sedetikpun karena cemas setengah mati dengan keadaan lekaki itu.

Beberapa menit kemudian, seorang suster kembali menghampirinya dan mengatakan bahwa operasi berjalan lancar dan kini pasien telah dipindahkan ke ruang rawatan. Tanpa pikir panjang, Seohyun segera menemui lelaki itu untuk mengetahui kondisinya secara langsung.

“Aku akan pulang malam ini” ucap lelaki itu begitu Seohyun tiba di kamar rawatannya.

“Tapi tanganmu”

“Sudah tidak apa-apa. Istirahat beberapa hari juga akan sembuh”

“Apa dokter sudah memperbolehkannya pulang?” tanya Seohyun kepada suster yang sedang memasang perban di lengan lelaki itu.

“Boleh. Tapi Tuan masih butuh rawat jalan rutin setiap hari”

“Kau dengar? Aku sudah tidak apa-apa” timpal lelaki itu. “Kau tidak perlu khawatir”

Setelah mengurusi seluruh administrasi, akhirnya Seohyun berniat pulang setelah sebelumnya mengantar lelaki itu pulang dulu. Namun lelaki itu menolak dengan alasan tidak ada seorang lelaki yang ingin di antar pulang dengan seorang wanita dini hari seperti ini.

Seohyunpun pulang dengan sebuah taksi. “Terimakasih untuk semuanya” ucap lelaki itu setelah Seohyun masuk ke dalam taksi.

“Aku yang seharusnya berterimakasih. Terimakasih untuk semuanya. Dan maaf telah merepotkanmu”

“Tidak perlu sungkan. Semua orang juga pasti akan melakukan hal yang sama ketika melihat kejadian seperti tadi. Kau berhati-hatilah”

Seohyun mengangguk patuh. Lelaki itu hendak menutup pintu taksi, namun Seohyun buru-buru menahannya. “Tunggu! Namamu. Siapa namamu?”

Lelaki itu tersenyum cerah kepada Seohyun. Memperlihatkan beberapa gigi gingsulnya yang terlihat manis di balik senyumnya. “Yonghwa. Namaku Jung Yonghwa”

-X-

Halo… lama tak jumpa…

Cukup lama aku hiatus nih. Maaf karena baru sempet publish ff ini. Ini ff baru yang aku janjiin untuk reader semua. Semoga kalian suka dengan ceritanya. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Terimakasih…

23 thoughts on “Formula X [Memory 1]

  1. woaaaa si abang yong detektif??? hihiii.. masi narsis aja ya disini dia. senyum2 aja bayanginnya
    asiiiik castnya kesukaan. yonghwa menjalankan misi bareng jonghyun. dan hyun pny dokter yoona asiiik apa mereka nanti juga saling jatuh cinta. walau bukan utama tetep jongyoon jd cast disini suka..
    yongseo baru kenalan nih. sempet mikir kejadian hyun dikejar 3 orang jahat adalah sebuah rencana yong deketin hyun hehe. kali 3 orang itu disewa terus yong jd satria gitu distu hehe… jadi akhirnya mereka bisa kenalan. heheh

    ini rada berat ceritanya ya harus pake mikir dikit soalnya ada formula2 gitu sama action2 gitu mungkin hhehehe..
    lanjut author part berikutnya fightinggg

    • Yong disini bukan sebagai detektif tapi secret agent. Agak berbeda ya. Klo detektif biasanya krjsama dgn polisi untuk kasus-kasus kriminal seperti pencurian, pembunuhan, dll. Klo yong disini berperan sebagai agent NIS (National Intelligent Service) yg bekerja untuk kasus2 “abu-abu” yg menyangkut keamanan negara dan blm tentu boleh diberitakan untuk publik. Kira2 seperti itu. CMIIW🙂

  2. yeyyy yongseo (^v^) udh ckup lama ga mampir ke blog ini, bhkan mu bca crush jga blum dilnjutin *curcol dikit hahaha
    mulai paham sama critanya stlh bca part 1nya, yongseo n jongyoon kyaaa couple kesukaan ku bgt apalgi yongseo (^V^) smoga kyuhyun gak jdi penghalang yongseo *eh
    next part cpetan di update ya, ga sabar bgt (>·<)

  3. aaaa yongseo couple akhirnya muncul jugaaa =D

    aihhh yonghwa keren kayaknya kalo jadi agen rahasia beneran xD ngebayangin nya aja udah cucooo😀

    yoona sama jonghyun lagi yahhhh kurang puas tuh liat mreka di crush😀

    eits kyu juga ikut andil hmmm apa jangan jangan itu kyu dari agent korut???
    curiga sama penasaran banget thorr
    next thor expres hheheheheee
    hwating~😀

    • Hahaha… Wah, kurang puas ya JongYoon di Crush? Padahal udah jadi main cast lho… Di ff ini mereka ga jadi main cast ya. Tapi ttp dpt peran penting koq. Tenang aja…😀
      Tungguin aja next chapternya ya…

  4. yongseo🙂 aku suka yongseo couple…
    aku suka certa kyak gini seru dan menegangkan…
    pertam bertemu yong nolong seo smpai dia mesti dioperasi.. hhh mungkin ini pertmuan yg sangat bgus wlau terluka soalnya kn seo psti akan ingat penolongnya… hhhh oh iya ada yoona ma jong juga suka juga ma couple ini wlau yoona udh ma seungi sekrng… hhh

    • iya, aku juga suka cerita genre action atau crime. Soalnya lebih berasa excited bacanya…
      makanya aku nantang diri sendiri buat genre ini. lumayan sulit ternyata… hahaha
      selamat membaca kelanjutannya…😀

  5. Akhirnya nemu lagi fangic bagus. Pernah nonton Lee Jun Ki di TBDNW jdi agen NIS jd ngebayangin Yong pke seragam NIS psti tambah keren huhuhu

  6. Sbenarnya aku yoonaadic tp selamamsh ada yoona aku seneng and disini yoona couple nya deeburning …wah..yonna jd dokter tambh seru..nich…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s