Formula X [Prolog]

Judul: Formula X [Prolog]

Cast: ???

Rating: PG-17

Lenght: Chaptered

Genre: Romance, Action, AU

Preview

Yongbyon Nuclear Scientific Research Center, Pyongyang, North Korea

“Jadi, bagaimana perkembangan penelitian kita?” tanya pria tua berwajah bulat yang tengah duduk bertangkup tangan di balik meja.

“Penelitian ini hampir sempurna, Tuan. Kita hanya perlu menunggu beberapa waktu lagi untuk menyempurnakannya” jawab pria kurus berkacamata bulan sabit dengan jas lab kebesaran berwarna putih pudar yang terbalut di tubuhnya.

“Bagus”. Pria itu mengangguk mengerti dengan seringai yang menghiasi wajah bulatnya. “Ku dengar formula ini jauh lebih kuat dari type APR-1400 sebelumnya?” tanyanya tertarik.

Pria kurus itu mengangguk semangat. “Ne. Type AZ-887 ini berdaya ledak 8 kali lipat lebih besar dari type APR-1400, Tuan” jawabnya bangga.

Pria berwajah bulat itu mengambil jam pasir di ujung meja dan membalikkannya secara perlahan. “Kalau begitu, aku menunggu kabar baik darimu secepatnya. Aku sudah tidak sabar untuk menunggu kehancuran Korea Selatan di tangan kita” ucapnya sambil memperhatikan butir-butir pasir yang berjatuhan di dalam tabung kaca tersebut.

-X-

Seorang pria paruh baya berdiri mematung di balik pintu kayu bercat coklat. Ia meremas kuat-kuat kertas yang berada dalam genggamannya. Rahangnya mengatup keras sehingga menampakkan urat-urat tegas pada lehernya. “Sial! Ternyata ini tujuan mereka selama ini!!” geramnya dalam hati.

Ia membalikkan tubuhnya dan berjalan cepat menjauhi pintu bercat coklat itu. Langkahnya besar-besar dan terburu-buru. Ini tidak benar! Jadi selama ini ia hanya diperalat dan ia baru menyadarinya sekarang. Selama ini ia bekerja di Nuklir Senter ini sebagai penemu dan pengembang formula untuk bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir bagi Korea Utara namun ia sama sekali tidak menyangka bahwa penemuannya ini akan digunakan sebagai senjata nuklir oleh pemerintah Korea Utara. Sial! Ia merasa tertipu mentah-mentah. Dan kini ia harus membawa pergi formula buatannya ini sebelum terlambat. Sebelum formula ini berubah fungsi menjadi senjata pemusnah bagi seluruh umat di muka bumi ini.

-X-

“Appaaaaaa…” seorang gadis kecil dengan rambut ekor kudanya berlari menyambut pria itu begitu tiba di rumah. “Kenapa appa pulang cepat hari ini?” tanya gadis itu dengan mata hitam bulatnya yang sangat cantik.

Pria itu tersenyum. “Hyunnie, ayo cepat kemasi barang-barangmu. Kita akan pergi sekarang”

Gadis kecil itu mengerjap-ngerjapkan mata indahnya. “Pergi kemana appa? Bagaimana dengan sekolahku?” tanyanya bingung.

Pria itu mengelus puncak kepala putri satu-satunya itu. “Appa akan carikan sekolah yang lebih bagus untuk mu. Ok?”

Gadis itu mengangguk mengerti tanpa berusaha membantah kembali ucapan ayahnya. Ketika gadis itu hendak berbalik menuju kamarnya untuk mengemasi barang-barang sesuai perintah sang ayah, tiba-tiba sang ayah memanggilnya. “Hyunnie, ini” sang ayah memberikan beberapa lembar kertas berisikan formula buatannya yang sejak tadi ia bawa kepada gadis kecil itu. “Kau baca dan kau ingat semua isi di dalamnya. Kau bisa?”

Gadis itu membaca sekilas kertas yang diberikan ayahnya kemudian mengangguk patuh, walaupun ia sendiri tidak paham tulisan-tulisan di kertas itu. Gadis kecil bermata indah itu memiliki kemampuan ingatan fotografi yang sangat langka semenjak ia lahir. Kemampuan dimana seseorang mampu mengingat sesuatu hanya dengan sekali lihat. Kemampuan ingatan fotografinya menjadikan gadis kecil ini menjadi seorang anak cerdas yang sangat mudah mengingat sesuatu saat menerima pembelajaran. Wajar saja, selama 3 tahun duduk di bangku Elementary School, gadis ini selalu mendapatkan peringkat teratas di kelasnya.

“Sudah, appa” ucap gadis kecil itu beberapa menit kemudian sambil menyerahkan kembali kertas itu kepada sang ayah.

“Kau yakin sudah mengingat semuanya?”

Gadis kecil itu mengangguk pasti. “Ne. Aku sudah ingat semua”

“Gadis pintar” puji sang ayah sambil mengelus puncak kepala gadis kecil itu.

Pria itu segera mengambil pematik dari dalam sakunya dan membakar habis kertas-kertas itu menjadi butir-butir debu.

Gadis kecil itu menatap heran ayahnya. “Appa, kenapa kau membakar itu?”

Pria itu tersenyum tenang dan berkata “Appa sudah punya dirimu. Dan appa tidak lagi membutuhkan ini”

-X-

Yongbyon Nuclear Scientific Research Center, Pyongyang, North Korea

“Dimana Prof. Seo?” tanya pria kurus berkacamata bulan sabit kepada salah satu assistant lab.

“Tadi beliau ke ruangan anda. Namun tidak lama setelah itu, beliau pergi dengan tergesa-gesa” jelas seorang assistant.

Wajah pria kurus itu terlihat memucat dan kembali bertanya dengan cemas, “Apa dia membawa serta catatan formula itu?”

Sang assistant mengangguk cepat. “Ne, Profesor. Beliau berkata bahwa formula itu sudah sempurna dan ingin mendiskusikannya dengan anda”

Pria kurus itu terdiam. Otaknya berpikir cepat. “Apakah Prof. Seo mendengar pembicaraannya dengan Menteri Pertahanan Negara tadi?” batinnya dalam hati. Ia segera kembali tersadar dan memerintahkan assistantnya dengan tidak sabar. “Segera hubungi Security Departement!! Temukan Prof. Seo sekarang!! Bawa ia kembali ke sini bersama formula itu!! Cepat!!”

-X-

Prof. Seo melajukan mobilnya di atas kecepatan rata-rata. Ia berniat meninggalkan negara ini secepatnya dan hidup damai di negara lain dengan identitas berbeda. Ia harus segera menghilang agar pemerintah Korea Utara tidak dapat menemukannya dan tidak merebut formula buatannya itu.

“Appa, ada mobil yang mengikuti kita di belakang” ujar gadis kecil di sampingnya yang tengah menoleh cemas ke belakang. Gadis kecil itu terlihat ketakutan sambil menggenggam bandul kalung berbentuk daun clover pemberian ibunya yang masih melingkar di lehernya.

Prof. Seo melirik kaca spion tengah dan benar saja, ada dua mobil hitam di belakang yang berusaha mengejar mereka. Ia sudah mengira, mereka pasti tidak akan dengan mudah melepaskannya. Prof. Seo menginjak pedal gas lebih dalam dan melajukan mobilnya secepat yang ia bisa.

Booomm!!

Bunyi ledakan mengagetkan Prof. Seo. Tiba-tiba saja mobil yang dikendarainya oleng karena pecahnya salah satu ban akibat tembakan yang dilepaskan dari mobil di belakangnya. Ia tidak dapat mengendalikan mobil yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi itu. Mobil itu mengarah dengan cepat ke sisi jalan. Refleks, ia melepas sabuk pengamannya dan merengkuh putri kecil di sisi kanannya itu ke dalam pelukannya.

Boooooooommmm!!!!!

Mobil dengan kecepatan tinggi itu menabrak pembatas jalan dengan sangat keras. Bunyi alarm mobil yang memekakkan telinga memecahkan kesunyian. Darah segar mengalir dari beberapa bagian tubuh pria setengah baya itu. Matanya terpejam dan deru napasnya tak lagi terdengar. Hanya ada tetesan darah yang terus mengalir dari ujung-ujung jarinya yang telah terkulai lemah.

-X-

Akhirnya aku rilis Prolog Formula X ini. Gimana, ada yang tertarik dengan ceritanya ga? ini masih cerita awal yag bersetting beberapa tahun yang lalu. Ditunggu comment yang membangun dari para reader…🙂

21 thoughts on “Formula X [Prolog]

  1. ini cerita beda dr ff biasanya mesti mikir jg kayanya spalnya berhubungan ma senjata2 dll.
    aku mikir ini author pst suka bgt baca dan ilmunya byk jd tau begituan jg.
    tertantang buat baca ini tsaaah. hhaha. tapi tetep nunggu kisah drama percintaannya. hihi
    gmn nasib hyun yg akhirnya ditinggal appanya meninggal😦
    semoga diurus sama orang yg baik. takutnya malah diurus ma si orang2 korut yg mau buat dunia itu runtuh -,,-

    yuhuuuu ditunggu part selanjutnya🙂

  2. sprtinya ff ni akn seru dn bwt yg bca brpikir kras ya😄
    ga sbar nunggu part brikutnya😀
    prolognya udh bkin pnasaran aplgi part slnjutnya😀
    aqu suka ganre ni scific😄
    hwating thor🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s