Crush [Part 12]

crush cover

Judul: Crush – part 12

Main Cast:

Lee Jonghyun CNBlue sebagai Lee Jonghyun

Im Yoona SNSD sebagai Im Yoona

Other Cast:

Jung Yonghwa CNBlue sebagai Im Yonghwa

Seo Joohyun SNSD sebagai Lee Seohyun

Lee Jungshin CNBlue sebagai Lee Jungshin

Cho Kyuhyun Super Junior sebagai Cho Kyuhyun

Choi Siwon Super Junior sebagai Choi Siwon

Kwon Yuri SNSD sebagai Kwon Yuri (Cameo)

Rating: PG-15

Lenght: Chaptered

Genre: Romance, Angst, AU

Prolog – Part 1 – Part 2 – Part 3 – Part 4 – Part 5 – Part 6 – Part 7 – Part 8 - Part 9 – Part 10 – Part 11

Yoona berlari menuju Emergensi Room Seoul Hospital yang berada di sudut ruangan di lantai satu. Disampingnya, kakaknya Yonghwa juga tengah berlari persis seperti dirinya. Pikirannya kalut saat ini. Beberapa menit yang lalu Yonghwa memberi kabar bahwa ayahnya tiba-tiba terkena serangan jantung ketika rapat direksi satu jam yang lalu di perusahaan dan saat ini tengah dirawat di Emergensi Room dengan kondisi tak sadarkan diri. Yoona dapat merasakan jantungnya berpacu cepat saat ini. Ia takut jika sesuatu yang buruk menimpa ayahnya. Yoona tidak ingin kehilangan lagi. Kehilangan ibunya beberapa hari yang lalu sudah cukup membuat Yoona hancur. Dan kali ini ia juga tidak ingin kehilangan ayahnya.

“Hyung!” panggil Jungshin tepat ketika Yoona dan Yonghwa tiba di depan ruang ER.

“Bagaimana keadaannya?” tanya Yonghwa kalut. “Apa yang sebenarnya terjadi?”

Jungshin menepuk pundak Yonghwa untuk menenangkan lelaki itu. “Tenang, hyung. Kondisi ayahmu sudah mulai stabil. Namun beliau memang belum sadarkan diri”

Yonghwa menghela napas lega setelah mendengar penjelasan Jungshin. “Syukurlah” gumamnya. Kemudian ia memeluk Yoona yang masih terlihat cemas di sampingnya. “Semuanya baik-baik saja Yoon-ah. Kau sudah tidak perlu cemas” ucapnya pelan untuk menenangkan Yoona.

Setelah melihat dan mengecek keadaan ayahnya yang menurut dokter semakin stabil, Yonghwapun duduk berdampingan bersama Jungshin dan Yoona di bangku lorong Rumah Sakit . “Apa yang sebenarnya terjadi, Jungshin-ah?” tanya Yonghwa membuka percakapan.

Jungshin menghela napas panjang. Kemudian lelaki itu memijit pelan keningnya yang terasa hampir pecah sejak dua jam terakhir. “Berita buruk, hyung” jawab Jungshin pelan.

Yonghwa mengerutkan dahinya. “Apa itu?” tanya Yonghwa was-was

“Saham Heaven Coorp jatuh dua belas persen hari ini, hyung”

Yonghwa terbelakak mendengar perkataan Jungshin. “Mwo? Kenapa bisa?”

“Kau tahu kan, selama sepekan terakhir berita tentang akan adanya perang antara Korea Utara dan Korea Selatan di semenanjung semakin memanas. Berita itu mempengaruhi hampir semua harga saham di seluruh dunia dan perusahaan kita salah satu yang terkena dampaknya. Namun aku juga tidak menyangka bahwa saham kita akan menurun sedrastis itu” jelas Jungshin.

Yonghwa hanya diam mendengarkan Jungshin sambil menutup mata. Semua ini di luar perkiraan dan perhitungan. Setiap perusahaan memang harus siap menerima kejadian seperti ini sewaktu-waktu.

“Namun tidak hanya itu, hyung” lanjut Jungshin

Yonghwa membuka matanya dan kembali menatap Jungshin. “Apa lagi?” tanyanya bingung. “Ayahmu kolaps setelah mendengar berita ini” ucap Jungshin pelan. Yonghwa menaikkan sebelah alisnya bingung. Apa lagi yang lebih buruk dari berita ini?

“Terhitung sejak siang tadi, suku bunga bank naik sebesar 15 persen”

“Mwo??” lagi-lagi Yonghwa terlonjak kaget mendengar kabar dari Jungshin. Ia tahu betul maksudnya. Hutang Sky Mild, Ltd –yang merupakan anak perusahaan Heaven Coorp- yang menumpuk dan masih belum dilunasi di bank tentulah semakin meningkat dengan kenaikan suku bunga bank tersebut. Yonghwa bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana perusahaan mereka akan bertahan kelak. Ini benar-benar buruk. Harga saham perusahaan yang menurun ditambah hutang perusahaan yang semakin menumpuk di bank. Apa lagi yang lebih buruk dari itu semua?

Yonghwa mengusap pelan wajahnya dan menghela napas berat. Perusahaan benar-benar dalam masa krisis saat ini. Dan ayahnyapun sedang dalam kondisi yang tidak baik. Bagaimana ia harus menghadapi semua ini? Apa yang harus ia lakukan? Kini nasib ribuan pegawai yang menggantungkan hidupnya pada Heaven Coorp berada di tangan Yonghwa sepenuhnya.

Yoona menatap iba kakaknya. Kemudian ia mengusap punggung Yonghwa mencoba sedikit memberikan ketenangan walaupun terlihat tidak banyak membantu. Seluruh kejadian hari ini benar-benar di luar perkiraan. Mulai dari kenyataan mengenai kecelakaan Jonghyun empat tahun yang lalu, kondisi Seohyun yang memburuk, ayahnya yang tiba-tiba terkena serangan jantung, dan kini perusahaan ayahnya yang dalam masa krisis. Semua permasahan yang datang bersamaan benar-benar membuat Yoona frustasi. Apa yang harus ia lakukan? Bagaimana caranya agar ia bisa membantu kakaknya? Atau setidaknya mengurangi permasalahan yang sedang menghantam mereka?

“Hyung! Bagaimana kalau kita meminta bantuan salah saku rekanan kita, Lotte Coorp?” saran Jungshin.

Yonghwa mengangkat wajahnya dan menatap Jungshin. “Apa maksudmu?”

“Sejauh ini, hanya Lotte Coorp yang tidak terkena dampak menurunnya harga saham. Saham mereka masih stabil bahkan tadi pagi sempat mengalami peningkatan sebanyak nol koma lima persen. Setidaknya kita bisa meminta bantuan dengan meminjam uang kepada mereka untuk menutupi hutang Sky Mild, Ltd di bank yang terus meningkat. Karena jika tidak, aku takut hutang kita di bank akan semakin menumpuk mengingat suku bunga bank yang sampai saat ini belum stabil” jelas Jungshin.

Yonghwa terlihat berpikir. Ia mengerti betul bahwa masalah ini bukanlah masalah sepele. Ia harus segera mengambil tindakan sebelum semua semakin memburuk. “Apa kau pikir itu pilihan yang terbaik?” tanya Yonghwa

Jungshin menangkupkan kedua tangannya dan menerawang lurus kedepan. “Aku tidak tahu, hyung. Yang aku tahu, itulah jalan yang paling tidak beresiko untuk kita saat ini” jawabnya pelan.

-ooo-

Dua hari kemudian @ Yeoksam-dong

“Apa kau yakin dengan ciri-ciri yang telah kau berikan, Jungshin-sii?” tanya Kyuhyun sambil menoleh ke kanan dan ke kiri berusaha menemukan seseorang yang sedang mereka cari.

Jungshin mengedikkan bahunya. “Aku juga tidak yakin. Mungkin dalam empat tahun ini wajah orang itu bisa berubah” jawab Jungshin jujur

Jonghyun kembali melihat selembar kertas di tangannya. Kertas bergambarkan sketsa wajah saksi mata yang tadi pagi digambar Kyuhyun sesuai ciri-ciri yang Jungshin berikan. Gambar itu memperlihatkan seorang lelaki muda berusia sekitar  25-30 tahun dengan mata sipit, hidung sedikit bengkok, bibir tipis dan bentuk wajah kotak.

Hari ini Jungshin ikut membantu Jonghyun untuk menemukan saksi mata itu. Kemarin ia merasa sedikit bersalah karena telah mengecewakan Jonghyun yang menganggap bahwa dirinyalah saksi mata tunggal kejadian tersebut. Maka dari itu, Jungshin menawarkan diri untuk membantu Jonghyun karena ialah satu-satunya orang yang melihat lelaki yang menjadi saksi mata itu. Lagipula, ia melakukannya juga sebagai balasan rasa terimakasihnya karena Jonghyun telah banyak membantu Yoona.

Sudah hampir satu jam mereka bertiga –Jonghyun, Kyuhyun, dan Jungshin- mengitari wilayah ini untuk mencari orang yang mirip dengan gambar tersebut. Namun sampai saat ini hasilnya masih nihil. Menemukan seseorang tanpa tahu identitas jelasnya diwilayah sebesar ini adalah hal tersulit yang pernah Jonghyun lakukan.

“Ah! Aku ingat! Disini TKPnya kan?” seru Jungshin tiba-tiba sambil menunjuk jalan yang berjarak beberapa langkah di depannya.

Jonghyun mengangguk membenarkan. Ya, di situlah tempat kejadian itu. Tempat dimana ia tergeletak bersibah darah dan tidak sadarkan diri. Jonghyun dapat kembali merasakan sakit di sekujur tubuhnya jika mengingat kejadian kelam tersebut.

Setelah berputar selama lebih dari dua jam, akhirnya ketiga lelaki tersebut sepakat untuk beristirahat sambil makan siang di salah satu restoran yang berada di wilayah tersebut untuk sedikit mengumpulkan tenaga sebelum kembali mencari saksi mata itu.

“Mungkin kasus ini belum langsung dapat terpecahkan walaupun kita sudah menemukan saksi mata itu. Jadi Jonghyun-ah, kau bersabarlah” ucap Kyuhyun disela kunyahannya

Jonghyun mengangguk mengerti. “Iya, hyung. Aku tahu. Karena saksi mata itu juga belum pasti mengetahui identitas pelaku yang kita cari. Ya kan?”

“Benar” jawab Kyuhyun singkat

“Tapi, apa benar kasus ini telah ditutup oleh pihak kepolisian?” tanya Jungshin penasaran sambil memandang Kyuhyun dan Jonghyun bergantian.

“Hmmm…” Kyuhyun mengangguk membenarkan. “Tapi jika kita berhasil menemukan pelaku, saksi mata, dan bukti yang kuat maka tidak menutup kemungkinan pengadilan akan membuka kembali kasus itu”

Jonghyun mengangguk singkat menyetujui perkataan Kyuhyun sambil mengaduk pelan espresso-nya yang masih pengepulkan asap putih. Pikirannya menerawang jauh. Sejujurnya, ia telah lelah dengan semua pencarian ini. Empat tahun bukanlah waktu yang singkat untuk mencari sebuah kebenaran. Dan jika diminta untuk bersabar, maka Jonghyun rasa, ia sudah sangat amat bersabar. Mungkin jika Jonghyun menuruti kesabarannya, ia sudah menyerah beberapa tahun yang lalu terhadap kasus ini. Namun, hati kecilnya berkata lain. Ia tidak bisa menyerah jika mengingat apa yang telah si brengsek itu lakukan kepada dirinya. Semua yang ia miliki hilang. Dan karena itu, ia menginginkan sebuah keadilan. Sebuah hukuman yang pantas dijatuhkan kepada si pelaku untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya. Jika mengingat hal itu, maka rasa lelah yang selama ini menggerogoti tubuhnya lenyap seketika.

“Satu porsi pork soup-nya, Tuan” ucap seorang pelayan sambil menaruh semangkok pork soup di hadapan Jonghyun.

“Kamsha hamnida” ucap Jonghyun sopan

“Pesanannya sudah lengkap, Tuan? Jika anda perlu bantuan, anda bisa memanggil kami … Oh?” tiba-tiba Pelayan itu menunjuk ke arah Jonghyun dengan ekspresi kaget. “Aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi. Apa kondisi anda sudah membaik?” tanya pelayan itu kepada Jonghyun

Jonghyun mengerutkan dahinya bingung. “Apa maksudmu?”

“Aku … Ah, kau pasti tidak mengenaliku. Maaf, tapi aku orang yang menolongmu saat kau kecelakaan di daerah sini” ucap pelayan itu sambil tersenyum.

Jonghyun membulatkan matanya tidak percaya. Ia hanya memandang pelayan muda itu tanpa berkedip. Pelayan itupun salah tingkah karena tatapan Jonghyun. “A-Apa aku salah orang?” tanyanya ragu sambil menggaruk tengkuknya. “Kalau begitu aku minta maaf”

Pelayan itu hendak berbalik pergi namun dengan cepat Jonghyun bangkit dari kursinya dan menarik siku lelaki itu untuk menghentikannya. “Kau, apa benar kau orang yang menolongku empat tahun yang lalu?” tanya Jonghyun tak sabar

“N-Ne. Sepertinya. Jika aku tidak salah orang” jawab lelaki itu takut. “A-Apa aku melakukan kesalahan?” tanyanya sambil menatap Jonghyun, Jungshin, dan Kyuhyun bergantian dengan alis bertaut.

-ooo-

Kyuhyun memperhatikan sketsa gambarnya dengan lelaki yang duduk di hadapannya secara bergantian. Kemudian menggelengkan kepalanya pelan. “Tsk! Lihatlah. Betapa hebatnya tekhnologi zaman sekarang telah mengubah seseorang” komentarnya heran

Jungshin-pun melipat kedua tangannya di depan dada dan ikut menggelengkan kepala mengikuti Kyuhyun sambil menatap lelaki yang duduk di hapannya dari atas ke bawah. “Jadi sedrastis inikah perubahan yang dihasilkan plastic surgery? Pantas saja kita tidak bisa menemukannya”

Lelaki yang menjadi pusat perhatian itupun berdeham kaku dan menggaruk rambutnya yang tidak gatal. “Maaf, tapi aku punya alasan untuk ini” ucapnya pelan. Lelaki itu memang sangat berbeda dengan ciri-ciri yang Jungshin berikan kepada Kyuhyun. Lelaki itu kini telah memiliki bentuk mata yang tajam, batang hidung yang lurus dan mancung, bentuk bibir yang penuh, dan rahang yang tegas berbentuk oval. Wajahnya terlihat lebih mirip seorang model ketimbang sketsa wajah yang berada di genggaman Kyuhyun saat ini.

Jonghyun menoleh kepada lelaki yang saat ini duduk di samping kirinya itu. “Jadi Song BoSim-sii, apa benar kau melihat seluruh kejadian empat tahun yang lalu itu?” tanyanya penuh selidik

“Sepertinya aku melihat semuanya” jawab BoSim sedikit ragu

Jonghyun memutar tubuhnya agar duduk berhadapan dengan lelaki itu. “Jadi, apa kau ingat pelaku yang menabak ku malam itu? Apa kau melihatnya?” tanya Jonghyun tanpa melepaskan pandangannya dari lelaki itu.

BoSim mengerutkan keningnya terlihat berpikir kemudian ia menggeleng pelan “Sepertinya aku tidak pelihat pelaku itu. Pelakunya tidak keluar dari mobil saat kejadian. Ia langsung membawa pergi mobilnya begitu menabrakmu” jelas BoSim

Jonghyun memejamkan matanya dan menghela napas panjang sambil memijat pelan pelipisnya. Apa lagi ini? Apa ia akan gagal lagi kali ini? Kenapa semua usahanya terlihat begitu sia-sia selama ini?

“Tapi, aku ingat nomor plat mobilnya” lanjut BoSim

Sontak Jonghyun langsung mengangkat wajahnya menatap BoSim. Rasa hangat tiba-tiba saja menjalar keseluruh tubuhnya. Rasa hangat dari sebuah harapan yang selama ini ia cari.

“Cincayo? Apa? Tolong sebutkan!” tanya Kyuhyun penuh semangat.

“31 A 6875”  ucap BoSim yakin. Kyuhyun segera mengambil ponselnya dan mencatat nomor plat mobil itu di sana.

“Jonghyun-ah” Kyuhyun menatap Jonghyun sambil mengeluarkan senyum andalannya. “Bersiaplah! Sebentar lagi kau akan mendapatkan kabar baik dariku” ucapnya mantap.

-ooo-

12.30 KST @ Seoul Hospital

“Yoon-ah, kau ada di sini?” tanya Yonghwa tepat disaat ia masuk ke dalam kamar rawat inap Seohyun.

Yoona dan Seohyun yang sedari tadi tengah asik mengobrol sontak menoleh kearah pintu tempat Yonghwa berdiri. “Oppa, kau datang?” tanya Yoona riang

Yonghwa tersenyum dan berjalan menghampiri kedua gadis itu. “Bagaimana keadaanmu, Hyun?” tanya Yonghwa sambil duduk di kursi di samping Yoona.

“Oppa, kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku dulu? Wah, kau benar-benar” protes Yoona sambil memberengut kesal. Yonghwa terkekeh pelan dan mengacak gemas rambut adik kesayangannya itu “Pertanyaanmu itu sangat bodoh, Yoon-ah. Oppa jelas-jelas sudah ada di sini kenapa kau bertanya seperti itu?” ledek Yonghwa.

Yonghwa benar, dan Yoona hanya dapat mendengus kesal menanggapi perkataan Yonghwa tanpa bisa membalasnya.

Seohyun yang melihat pertengkaran kecil kakak beradik itu hanya dapat tersenyum di tempatnya. Rasanya ia sedikit iri melihat Yonghwa dan Yoona yang sangat akur seperti itu. Apa ia juga bisa seperti itu dengan kakaknya? Karena sejujurnya, Seohyun dan Jonghyun memang tidak dekat secara personal seperti itu. Seohyun dan Jonghyun sama-sama pendiam dan lebih suka memendam segala masalah seorang diri. Tidak seperti Yoona dan Yonghwa yang terlihat saling terbuka dan mendukung satu sama lain.

“Bagaimana keadaanmu, Hyun?” tanya Yonghwa kembali

“Sudah makin membaik” jawab Seohyun sambil tersenyum dengan bibir pucatnya

Yonghwa mengangguk singkat. “Syukurlah” gumamnya sambil melonggarkan dasi di kerah kemejanya.

Yoona menatap Yonghwa sambil menaikkan kedua alisnya. “Oppa, apa ada masalah?” terka Yoona. Yoona bisa melihat dengan jelas wajah lelah kakaknya. Pastilah sesuatu telah terjadi.

“Ani. Tidak ada masalah apa-apa” elak Yonghwa tenang

Yoona berdecak dan kembali bertanya kepada Yonghwa. “Apa ada masalah? Kau bisa ceritakan padaku” desaknya. Yonghwa melirik kearah Yoona dan menggeleng cepat. “Tidak ada”

“Oppa!!” desak Yoona kembali. “Aku bisa melihatnya dari wajahmu. Pasti ada masalah dan aku yakin itu!”

Yonghwa menghela napas dan menyerah. “Tadi pagi aku menemui President Direktur Lotte Coorp, Choi Siwon. Aku mencoba untuk meminta bantuan mereka. Namun mereka menolaknya, dengan alasan mereka tidak akan mendapatkan untung apapun jika membantu kita. Mereka bahkan berencana memutuskan hubungan kerjasama antara Heaven Coorp dan Lotte Coorp” jelas Yonghwa

“Lalu apa langkahmu selanjutnya, oppa?” tanya Yoona cemas. Yonghwa menatap Yoona tenang kemudian tersenyum simpul. “Aku belum tahu. Tapi aku pasti akan melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah ini. Kau tidak perlu cemas” Yonghwa mengusap pelan puncak kepala Yoona dan Yoona hanya menggangguk tanpa membantah.

Tidak lama setelah itu, Yoonapun bangkit dari tempat duduknya. “Oppa, aku akan menjenguk appa di bawah. Seohyun-ah, ku tinggal tidak apa-apa kan?” tanya Yoona

Yonghwa dan Seohyun mengangguk bersamaan menjawab pertanyaan Yoona. “Aku tidak apa-apa. Pergilah” ucap Seohyun.

-ooo-

Yoona menutup pintu ruang rawat Seohyun dan berjalan menjauhi kamar tersebut menuju lantai satu tempat ayahnya dirawat. Yoona melangkah pelan sambil terus memikirkan ucapan kakaknya barusan. Lotte Coorp yang tidak ingin membantu Heaven Coorp ditambah rencana memutuskan hubungan kerjasama kedua perusahaan di situasi seperti ini. Kakaknya pastilah merasa begitu terbebani dengan semua masalah ini.

Yoona menghela napas berat. Ia harus melakukan sesuatu untuk membantu kakaknya dan memulihkan kondisi perusahaan ayahnya. Sekecil apapun itu. Ia tidak bisa hanya duduk berdiam diri menyaksikan semua masalah ini.

Yoona mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Ia harus mulai bertindak sekarang sebelum semuanya terlambat. Dan ia akan mencoba hal itu.

-ooo-

Pukul 15.00 KST @ Lotte Coorporation

“Permisi, apa aku bisa bertemu dengan Tuan Choi Siwon?” tanya Yoona kepada seorang resepsionis cantik yang menyambut Yoona begitu ia melangkahkan kakinya memasuki gedung Lotte Coorp.

“Apa kau punya janji sebelumnya dengan Beliau, Nona?” tanya resepsionis itu ramah

Yoona menggeleng dan tersenyum simpul. “Aniyo. Aku tidak punya janji dengannya. Tapi bisakah kau beritahu kepadanya bahwa Im Yoona ingin bertemu dengannya?” pinta Yoona

Resepsionis itu mengangguk mengerti. “Tunggu sebentar kalau begitu, Nona”. Ia mengambil gagang telepon dan dengan cepat menekan deretan angka yang sepertinya sudah dihapal diluar kepala.

Yoona menunggu sambil duduk di sofa berwarna cream yang telah disediakan. Iapun memandang sekeliling gedung ini. Gedung ini memang terkesan mewah dan eksklusif, sangat cocok dengan image Lotte Coorp yang memang merupakan salah satu perusahaan raksasa di Daehan Minguk saat ini. Desain gedung ini sangat futuristik dan modern namun tetap terasa nyaman. Di tengah ruangan bahkan terdapat taman kecil dan kolam ikan lengkap dengan air mancur yang mengeluarkan suara gemericik air yang menenangkan. Mungkin suatu saat Yoona bisa meminta desain gedung Heaven Coorp diubah agar lebih nyaman seperti ini.

“Nona Im Yoona” panggil salah seorang resepsionis dari balik meja

Yoona bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri resepsionis tersebut. “Ya, saya Im Yoona. Bagaimana? Apa Tuan Choi Siwon bisa bertemu denganku?” tanya Yoona

“De, Beliau bisa menemui anda. Silahkan ikuti saya” pinta resepsionis itu ramah sambil berjalan mendahui Yoona untuk mengantarkannya menemui Choi Siwon.

-ooo-

“Silahkan masuk, Nona Im. Tuan Choi telah menunggu anda di dalam”

“Ne, kamsha hamnida” Yoona membungkuk hormat kepada wanita cantik yang baru Yoona ketahui sebagai sekretaris pribadi Choi Siwon, bernama Kwon Yuri. Resepsionis yang Yoona temui di bawah tadi hanya mengantar Yoona sampai ke lantai lima belas ini -yang hanya dipakai sebagai Ruangan President Direktur Lotte Coorp- dan setelahnya, Yoona disambut hangat oleh Kwon Yuri yang secara langsung mengantar Yoona sampai ke depan ruangan Choi Siwon.

Yoona melangkahkan kakinya memasuki ruangan mewah yang didominasi oleh warna silver dan metalik. Sedikit terpana dengan desain dan penataan ruang kerja yang sangat modern sekaligus nyaman. Ruangan ini lebih luas jika dibandingkan ruang kerja ayahnya di perusahaan. Satu sisi ruangan terbuat dari kaca metalik yang langsung menyerap sinar matahari sehingga membuat ruangan ini terasa hangat meski pada cuaca musim gugur seperti saat ini.

“Ada yang bisa saya bantu, Nona Im?”. Suara berat seorang lelaki menyadarkan Yoona dari kekagumannya pada ruangan ini. Lelaki itu- Choi Siwon- saat ini tengah duduk dengan bertopang pada kedua tangan di atas meja kerjanya. Ia menatap Yoona tajam kemudian seukir senyum angguh menghiasi wajah tampannya.

Yoona membungkuk sekilas dan mencoba tersenyum seramah mungkin kepada lelaki itu. “Annyeong Haseyo, Tuan Choi. Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda”

Siwon beranjak dari meja kerjanya dan berjalan pelan ke sofa yang berada tidak jauh dari tempat Yoona berdiri. “Duduklah Im Yoona-sii. Jangan jadikan aku seperti tuan rumah yang tidak tahu diri dengan tidak mengundangmu untuk duduk”

Yoona menuruti perkataan Siwon dengan terbata dan duduk dengan sopan di hadapan Siwon yang menyilangkan kakinya.

“A-Aku ingin minta bantuanmu” ucap Yoona terbata. Entah kenapa tiba-tiba ia merasa gugup begitu bertatapan langsung dengan Siwon. Padahal tadi ia sudah yakin dan mengumpulkan segenap keberaniannya sebelum tiba kesini.

“Apa itu?” Siwon mengangkat sebelah alisnya.

“Tolonglah perusahaan kami. Kami butuh bantuanmu saat ini”

Tawa Siwon meledak setelah mendengar permintaan Yoona. Seluruh tubuhnya terlihat berguncang hebat. Yoona mengeryitkan dahinya bingung melihat reaksi Siwon. Apa-apaan lelaki ini? Sikapnya sungguh tidak sopan.

Namun tiba-tiba tawa Siwon berhenti sama sekali. Ia memandang Yoona tajam. “Bukankah tadi pagi kakakmu juga sudah datang kepadaku untuk hal serupa?” tanyanya dengan nada meremehkan.

Yoona menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya. Ia harus sabar dan tidak boleh terbawa emosi saat ini. “Ya, kakakku memang telah datang kesini. Tapi aku ingin mencoba meyakinkanmu lagi. Tidak bisakah kau membantu kami? Bukankah kita telah bermitra selama bertahun-tahun? Tidak bisakah kau membantu kami untuk sekali ini? Aku menjamin, akan segera mengembalikan pinjamannya begitu perusahaan kami sudah stabil”

“Yoona-sii” Siwon kembali menunjukkan senyuman angkuhnya. “Kenapa kau begitu munafik? Biar ku perjelas satu hal. Apa yang akan kami dapatkan jika kami membantu perusahaanmu?”

Yoona terdiam mendengar pertanyaan Siwon. Dia memang belum bisa menjawab pertanyaan itu. Memang dalam hal ini, pihak Lotte Coorp tidak akan mendapatkan untung apapun jika membantu perusahaannya. Dan sebenarnya, tidak ada juga yang bisa menjamin bahwa Heaven Coorp bisa mengembalikan pinjaman tersebut dalam waktu singkat.

“Benar. Memang tidak ada untungnya bagi kami” jawab Siwon seakan bisa membaca pikiran Yoona. “Lalu untuk apa kita melanjutkan pembicaraan ini?”

Yoona menelan ludah sebelum kembali berbicara. “Bukankah kita mitra bisnis? Anggap saja kau membantu kami” ucap Yoona putus asa.

Siwon kembali menatap Yoona dengan tatapan tajamnya. “Bisnis tetaplah bisnis, Nona Im. Untung dan rugi selalu menjadi penentu dalam semua kebijakan”

Yoona terdiam. Ia harus memikirkan cara yang lain untuk meyakinkan Siwon agar mau membantu perusahaan ayahnya. Nasib ribuan tenaga kerja menjadi taruhannya saat ini. “Baiklah. Lalu apa yang kau inginkan?” tanya Yoona mantap

“Maksudmu?” Siwon mengangkat sebelah alisnya bingung dengan pertanyaan Yoona.

“Apa yang kau inginkan agar mau membantu perusahaan kami? Aku akan coba memenuhi keinginanmu” Yoona menatap Siwon lurus. Mencoba memberikan keyakinan kepada lelaki itu bahwa ia tidak akan menyerah begitu saja.

Siwon terkekeh mendengar perkataan Yoona. “Kau sungguh wanita yang menarik Nona Im. Bahkan kakak mu tidak terpikir untuk mengajukan sebuah penawaran seperti itu”

Siwon menegakkan tubuhnya dan menatap Yoona lurus. “Bagaimana jika ku bilang, aku ingin dirimu”

Yoona mengerutkan dahi mendengar permintaan Siwon. “Apa maksudmu?” tanyanya was-was.

“Aku menginginkanmu. Menikahlah denganku, maka dengan begitu aku akan membantu perusahaanmu”

Yoona sempurna terbelalak mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Siwon. Seketika itu juga, ia bangkit dari duduknya. “Anggap saja semua pembicaraan ini tidak pernah terjadi, Tuan Choi!” geram Yoona dan kemudian ia segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan terkutuk itu.

-ooo-

Pukul 17.00 KST @ Kamar rawat inap Seohyun – Seoul Hospital

“Seohyun-ah, kau tidur?” tanya Yoona seraya mengintip dari balik pintu kamar rawat Seohyun. Seohyun menghentikan kegiatannya membaca buku dan menoleh kearah Yoona. “Kau datang Yoon-ah. Masuklah”

Yoona berjalan pelan ke arah ranjang Seohyun lalu ia melihat sebuah benda yang dikenalnya. Sebuah tas ransel kumuh berwarna hitam yang tergeletak diatas sofa. “Apa Jonghyun oppa kesini?” tanya Yoona begitu mendapati tas Jonghyun itu.

Seohyun mengangguk membenarkan. “Oppa sedang ke farmasi untuk membeli obatku”

Yoona kemudian duduk dikursi tepat disamping ranjang Seohyun. “Kau sedang membaca?” tanyannya sambil melirik sebuah buku digenggaman Seohyun.

Seohyun tersenyum dan mengangkat buku yang berada dalam genggamannya itu. “Iya. Aku sedikit bosan. Jonghyun oppa membawakannya untukku”

“Bagaimana keadaan Tuan Im?” tanya Seohyun kemudian.

Yoona tersenyum simpul. “Masih sama seperti kemarin”  jawabnya singkat. Ayahnya memang masih belum sadarkan diri semenjak serangan jantungnya dua hari yang lalu itu. Mesti para dokter berkata bahwa kondisinya makin membaik, namun tetap saja kesadarannya belum juga pulih.

Seohyun mengangguk mengerti dan tidak kembali membicarakan tentang kondisi Tuan Im ketika melihat raut sedih Yoona. “Kau dari mana saja tadi?” Seohyun mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Melakukan sesuatu” jawab Yoona menggantung. Seohyun mengerutkan dahinya bingung. “Apa itu?” tanyanya sedikit penasaran

Yoona menghela napas panjang dan memijat pelan pelipisnya yang terasa berdenyut sedari tadi. “Apa itu ada hubungannya dengan Heaven Coorp?” terka Seohyun

Yoona mengangguk lemah.  “Ku rasa aku memang tidak bisa membantu oppa” ucap Yoona putus asa. Ia merasa benar-benar tidak berguna saat ini.

“Apa maksudmu? Apa kau menemui Presdir Lotte Coorp?” Seohyun kembali menerka. Selama beberapa detik Yoona sempat mengira bahwa mungkin Seohyun merupakan reinkarnasi dari seorang peramal dimasa lalu, melihat bagaimana gadis itu dapat dengan cepat membaca semua pikirannya.

“De” jawab Yoona lemah

“Lalu apa yang terjadi? Ia juga menolak permintaan mu?”

Yoona mengangguk. “Ya, awalnya ia menolak. Sama seperti yang ia lakukan terhadap Yonghwa oppa. Namun aku memberikan sebuah penawaran kepadanya. Aku bilang bahwa aku akan memberikan apa yang ia minta sebagai gantinya”

Seohyun membulatkan matanya dan menegakkan duduknya begitu mendengar penjelasan Yoona. “Lalu apa yang ia minta?” tanya Seohyun penasaran sambil menatap lekat Yoona.

Yoona menghela napas berat. “Seohyun-ah, ku mohon jangan pernah beritahu hal ini kepada oppa. Anggap saja ini tidak pernah terjadi. Kurasa oppa bisa kalut mendengar hal ini”

Seohyun memandang Yoona dalam diam kemudian menggangguk menyetujui permintaan Yoona

“Ia memintaku untuk menikah dengannya”

Seohyun sontak membulatkan matanya tidak percaya. “Apa dia gila??” tanyanya penuh emosi. “Yoon-ah, jangan pernah sekalipun kau berpikir untuk memenuhi permintaannya itu! Jangan pernah!!” geramnya kalut. Yoona hanya bisa menggangguk menuruti perkataan Seohyun. Baru kali ini ia melihat Seohyun se-emosi itu.

Beberapa menit kemudian, Jonghyun kembali dengan dua kantong plastik ukuran sedang yang berisikan berbagai macam obat. “Sejak kapan kau disini?” tanyanya kepada Yoona sambil berjalan ke arah meja nakas disamping Seohyun untuk meletakkan obat-obat itu disana.

“Baru sekitar sepuluh menit yang lalu” jawab Yoona. “Kau kemana saja sejak tadi pagi, oppa?”

Jonghyun menarik sebuah kursi dan duduk disamping ranjang Seohyun, disisi seberang Yoona. “Aku tadi pergi ke Yeoksam”

“Yeoksam? Apa ada perkembangan?” tanya Yoona penasaran.

Jonghyun mengangguk cepat dan memamerkan senyum sumringahnya. “Kami menemukan saksi kunci itu”

Yoona terpekik kecil dan bertepuk tangan girang seperti anak kecil yang baru mendapatkan coklat kesukaannya. “Cincayo? Cincayo??” tanyanya berulang kali.

Jonghyun mengangguk meyakinkan Yoona. Matanya memandang Yoona lekat, menatap gadis itu yang tengah tersenyum sumringah dengan mata berkilat senang. Entah kenapa, ia begitu senang melihat respon gadis itu terhadap masalahnya. Persis seperti anak kecil, dan ia menyukai itu.

“Lalu apa ada petunjuk mengenai pelakunya oppa?” tanya Seohyun yang sontak membuyarkan lamunan Jonghyun dari wajah lucu Yoona.

Jonghyun menatap Seohyun dan mengusap puncak kepala adik satu-satunya itu. “Ya. Saksi itu mengetahui nomor plat mobil pelaku. Dan saat ini Kyuhyun tengah menyelidikinya”

-ooo-

Dua hari kemudian. Pukul 11.30 KST @ Heaven Coorp

Yoona melangkahkan kakinya ringan memasuki gedung perusahaan milik keluarganya tersebut. Ditangan kanannya, telah terbungkus sebuah bekal makanan komplit yang sengaja ia siapkan untuk kakaknya hari ini. Yoona tidak bisa hanya diam melihat kakaknya yang berkerja keras banting tulang siang-malam demi perusahaan keluarganya itu. Setidaknya, ia bisa membantu mengatur asupan nutrisi bagi kakaknya agar tetap sehat dan dapat terus bertahan dengan keadaan sulit seperti ini.

Yoona beberapa kali membungkuk ketika berpapasan dengan beberapa orang yang dikenalnya atau menyapanya di lobi dan di lift. Ia memang sudah lama tidak menginjakkan kakinya di gedung ini. Namun sepertinya masih ada beberapa pegawai yang mengingatnya.

“Apa Yonghwa oppa ada di ruangannya?” tanya Yoona kepada salah satu sekretaris dibalik meja.

Sekretaris itu lantas membungkuk hormat ketika mengetahui siapa yang bertanya kepadanya. “Beliau ada diruangannya. Mari saya antar, Nona Im” tawarnya ramah.

Yoona menggeleng cepat. “Aniyo. Aku bisa kesana sendiri. Teruskan pekerjaanmu, Nona Kim. Terimakasih” ucap Yoona sopan sembari tersenyum.

-ooo-

“Hyung, kau ingat tentang kecelakaan Lee Jonghyun yang kuceritakan padamu tempo hari kan?” tanya Jungshin hati-hati kepada Yonghwa yang tengah sibuk membaca berkas-berkas surat perjanjian dan surat jual-beli milik Heaven Coorp.

Yonghwa menggangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas itu. “Hmmm… Arasho. Waeyo?”

“Dua hari yang lalu kami berhasil menemukan saksi mata kejadian itu. Dan saksi itu mengetahui nomor plat mobil si pelaku” jelas Jungshin

Yonghwa mengangguk tak acuh mendengarnya. Ia masih sibuk dengan berkar-berkas yang berserakan di meja kerjanya itu.

“Dan…” Jungshin melirik Yonghwa sebelum kembali berucap. Iapun menelan ludah untuk membasahi tenggorokkannya yang tiba-tiba terasa kering. “Mobil tersebut ternyata milik perusahaan kita, hyung”

Yonghwa menghentikan kesibukannya dan beralih menatap Jungshin. “Benarkah?” tanyanya sambil menaikkan sebelah alisnya.

Jungshin mengangguk kaku. “Ya. Itu mobil dinas milik Heaven Coorp”

“Kalau begitu cepat kau cari tahu siapa pelakunya” perintah Yonghwa, kemudian lelaki itu kembali fokus pada aktivitas awalnya.

“Sudah hyung. Kami sudah menemukan siapa yang membawa mobil itu pada malam kejadian” ucap Jungshin. Yonghwa kembali menghentikan kesibukannya dan menatap Jungshin menunggu penjelasan lebih lanjut dari lelaki tinggi itu.

Jungshin menghela napas berat. Baru kali ini ia begitu sulit menyampaikan sebuah berita kepada Yonghwa. Ia lebih memilih menyampaikan berita jatuhnya saham Heaven Coorp berkali-kali ketimbang menyampaikan berita ini. Jungshin menatap Yonghwa ragu-ragu kemudian kembali menghela napas berat.

“Hyung” ucapnya pelan. “Ayahmu lah yang membawa mobil itu pada malam kejadian”

-ooo-

Hallo para reader… Maaf ya lagi-lagi aku terlambat update ff crush ini. Hampir dua pekan ini kondisi tubuhku lagi kurang baik jadi buat ff ini juga ditunda-tunda terus. Dan maaf juga karena part kali ini sedikit. Bukannya karena ga ada ide cerita lagi, tapi aku sengaja cut di bagian itu supaya seru. hehehe… Jadi maaf ya…

oiya, bagian mengenai harga saham dan suku bunga bank, aku ga tau terlalu banyak mengenai masalah itu. jadi mohon maaf jika ada kekeliruan…

Semoga Part 12 ini dapat mengobati rasa penasaran kalian terhadap ff crush ini. Sampai ketemu di part berikutnya. Selamat membaca… :)

35 comments

  1. semoga part selanjutnya bisa dipublish lebih cepat ne….. ffnya benar2 daebakkk…. aku penasaran dengan kelanjutan kisah siwon yoona and jonghyun…..
    sekali lagi… next part aq tunggu… please jangan lama…
    moga authornya selalu sehat agar bisa ngelanjutin ff ni dengan lancar…

  2. benar2 daebak nih ff, smg part selanjutnnya ga terlalu lm klr nya,hah? yg menabrak jonghyun ayahnya yoona,gimn reaksi jonghyun kludia tau smg jonghyun ga benci sm yoona and yonghwa,kasian bgt yoona smg akhirnya happy and.

  3. ga berasa udah nympe part 12 aj y,hebat author lg sakit tp bs nyelesein part ini (cepet sembuh y thor :-)
    btw konfliknya makin rumit,makin penasaran sm endingnya jd kan..happy end y thor’!
    hwaiting thor!!!!

  4. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa rasanya pas muncul part selanjutnya itu seneng bgt. hhi
    buka blog ini tiap hari cuma pengen liat apa ada yg dipost dan akhirnya penantian lama itu pun datang jg haha
    part ini penuh masalah bgt hiks…
    dan yg paling kasian itu yonghwa hiks…. sabar ya bang nanti pasti bahagia *ya kan yhor?*
    ahhhhh pengen banget getok siwon deh minta bantuan harusnya pake imbalan errrrr. jangan sampe yoona terpaksa nurutin dia. huhu. ikut jd pendukung hyun deh
    akhirnya saksi utama kasus jonghyun muncul jg tp rada lawak sih ternyata itu dia oplas hahaha. kalo tu orang ga inget sampe kapan coba jonghyun mau dapetin ni orang hahahhaha
    ahhhhhhhhh moment jongyoon dikit bgt ihhhhh greget. kapan yoona ma jonghyun saling ngaku nih . pengen bgt mereka bahagia bersama.
    dan benar saja ini ayah yonghwa ma yoona ternyata yg nabrak kan. waduuuuh makin buat yong pusing aja ini huhu. dan jangan sampe buat hubungan yoona ma jonghyun jd kacau nih kalo jonghyun tau siapa si penabrak. haaaaduuuh
    yoona nguping ya itu pst langsung ngerasa bersalah jg hiks

    ahhhh author lekaslah sembuh semoga sehat biar ff ini cepet dipublish terus (reader ga tau diri :p) dan pengennya sih ini ga berakhir buahaha *mana ada cerita ga tamat* aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa author jjang deh.

    1. Hehehe…
      Sayangnya, mungkin sebentar lg ff ini tamat chingu…
      Tp nnti akan ada ff pengganti yg aku usahakan akan lebih seru dr ini… :D
      Mohon dukungannya terus ya…
      Terimakasih

  5. Aduh jadi ayahnya yoong eonie yg nabrak jonghyun…..?? Moga aja jonghyun ga benci sama yoong eonie…..
    Gimana ya nanti nasib heaven corp,apa nanti yoong eonie mau nrima permintaan siwon oppa….??
    Lanjutnya jgn lama” ya thor….. Semangaaaat

  6. akhr’y d post jg…!? Knp mkin rUmit gNi…? Smga Yoona ga brubh pkiran smga dia ga mnrima tawarn Siwon…! Next part d tNggu :-) ;-) :-D

  7. akhirnya di posting juga thor~

    benerkan dugaan ku pasti yang nabrak Jonghyun orang terdeket Yoona dan ternyata ayahnya sendiri .,.,.,.
    makin penasaran ama cerita selanjutnya….
    next chapter asap thor =D
    dan cepet sembuh yah thor supaya gak lama-lama ngepostingnya *ehh :D

  8. akhirnya di post juga kelanjutannya ^^ makin seru aja thor ceritanya
    aku tunggu kelanjutannya tapi jangan lama-lama ya thor :)

  9. Eoh? Aku telat baca aish-_,-
    Eonnieeeee waluyoh FFnya makin complicatedXD(?)
    Tuh kan tuh kan! Ketauan kan yang nabrak Jonghyun oppa.. Aigoo, kalo Jonghyun oppa tau gimana sikapnya dia ke Yoong eonnie ya.. Aigoo ;A;
    Lah lah? Itu Siwon oppa tetep aja ngambil kesempatan dalam kesempitan huft..
    Aduh.. Penasaran eon sama chapter berikutnya.. XD
    Ditunggu ne chapter 13nya! Fighting eon! (9′O’)9

  10. ternyata benar tebakannku ..
    author jangan buat yoona menikah dengan siwon ya ya ya ?
    biar sama jonghyun aja .. hehehehe
    next chap jangan lama” ya ..
    Hwaiting !!!

  11. Iya nih lama bgt tguin part ini tp smga part slnjt’y smpe tamat cpt dpublish de abis penasaran bgt ,crta’y seru. Jaga ksehatan thor biar makin semangat bkin ff hahaha

  12. thor,,,
    boleh aku share blog yang juga nulis ff cnblue tapi lebih tepatnya yongseo blog ini bisa jd referensi buat author,
    sjland.blogspot.com
    ini bukan blogku tp bisa dibilang ini blog favorit aku,,,
    aku senang bisa ngeshare buat tambah referensi pecinta ff….

      1. iya bener thor,
        skrg juga masih aku tunggu2 save & soundnya,,,
        sambil nunggu itu aku nemuin blognya author yang juga menjadi favorit aku,,,

        buat authornya semangat,,, mungkin aja suatu saat bisa nulis novel, cerpen dll dan bisa terbit bukunya,,,
        amin

  13. Hwaaaaa bagaimana ini ternyata yg manbrak Jonghyun adalah appa Yong n Yoona :’( lalu bagaimana nasib cinta IM dan Lee selanjutnya apa yang akan terjad??????????? jdi rbt gini

  14. ternyata benar
    tebakannku ..
    author jangan buat yoona
    menikah dengan siwon
    ya ya ya ?
    biar sama jonghyun aja ..
    hehehehe
    next chap jangan lama”
    ya ..
    Hwaiting !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s